Teknologi

Meta Setujui Pembayaran Damai Rp 321 Triliun, Facebook dan Instagram Akan Berubah

Meta telah menyetujui pembayaran penyelesaian sebesar USD 18 miliar untuk mengakhiri gugatan dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang menuduhnya merancang platform berbahaya bagi kesehatan...

J
Jonathan Michael Saputra
28 August 2026 51 pembaca
Meta Bayar Uang Damai Rp 321 Triliun, Facebook dan Instagram Berubah. Foto: Getty Images/iStockphoto/graphixchon
Meta Bayar Uang Damai Rp 321 Triliun, Facebook dan Instagram Berubah. Foto: Getty Images/iStockphoto/graphixchon

Jakarta - Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah mencapai kesepakatan untuk membayar penyelesaian sebesar USD 18 miliar (setara dengan Rp 321 triliun) guna mengakhiri gugatan hukum yang diajukan oleh sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Dalam gugatan tersebut, Meta dituduh telah merancang platform yang adiktif dan dapat merusak kesehatan mental anak muda.

Kesepakatan ini menandai akhir dari pertarungan hukum yang signifikan bagi raksasa media sosial tersebut. Dalam rangka penyelesaian, Meta berkomitmen untuk melakukan berbagai perubahan pada platformnya yang ditujukan khusus untuk pengguna remaja, termasuk menetapkan batasan waktu penggunaan harian.

Alokasi Dana Penyelesaian

Dari total USD 18 miliar, sekitar USD 17 miliar akan digunakan untuk menyelesaikan gugatan yang diajukan oleh 29 negara bagian. Sisa dana akan digunakan untuk menyelesaikan tuntutan lainnya yang melibatkan Meta dan negara-negara bagian serta wilayah lain. Hakim Pengadilan Distrik, Yvonne Gonzalez Rogers, telah menyetujui penyelesaian ini, yang tercapai kurang dari seminggu setelah persidangan dimulai di California, di mana empat negara bagian menuntut ganti rugi hingga USD 1,4 triliun serta perubahan pada platform Meta.

Meta sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa platformnya membahayakan anak-anak, dengan menyatakan bahwa mereka telah melakukan investasi besar dalam fitur keselamatan. Meskipun demikian, Meta tidak mengakui kesalahan dalam kesepakatan ini.

Dampak Perubahan pada Platform

Walaupun USD 18 miliar tergolong kecil dibandingkan dengan pendapatan Meta yang mencapai USD 200 miliar tahun lalu, perubahan yang dilakukan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan remaja di aplikasi berpotensi berdampak besar pada model bisnis yang berbasis iklan. Dalam laporan pendapatan terbaru, Meta mengakui bahwa berbagai persidangan ini menimbulkan risiko kerugian bagi perusahaan.

Meta akan membayar 70% dari dana penyelesaian kepada negara-negara bagian dalam bentuk cicilan tahunan selama sepuluh tahun ke depan. Sementara itu, 30% sisanya hanya akan dibayarkan jika platform lain seperti YouTube dan TikTok juga setuju untuk melakukan pembayaran kepada negara-negara bagian serta menerapkan perubahan serupa.

Tahun ini, Meta telah mengalami kekalahan dalam dua kasus terkait kecanduan media sosial, termasuk satu gugatan dari Jaksa Agung New Mexico yang mengharuskan Meta membayar hampir USD 1 miliar, serta gugatan lainnya yang melibatkan seorang remaja yang dikenal sebagai K.G.M., yang berujung pada denda gabungan bagi Meta dan YouTube sebesar USD 6 juta.

Meta, bersama dengan perusahaan media sosial lainnya, masih menghadapi ratusan gugatan dari individu, keluarga, dan sekolah yang menuduh mereka menyebabkan kecanduan pada anak-anak. Kekalahan lebih lanjut di masa depan dapat mengakibatkan sanksi finansial tambahan.

Rincian Perubahan yang Diterapkan

Para jaksa agung negara bagian sebelumnya menuduh Meta telah merancang fitur-fitur seperti feed yang dapat digulir tanpa batas, rekomendasi algoritmik, dan notifikasi yang terlalu sering muncul, untuk menarik perhatian anak-anak dan remaja. Mereka juga mengklaim bahwa Meta menyesatkan publik mengenai risiko platformnya terhadap anak muda dan secara ilegal mengumpulkan data dari anak-anak di bawah 13 tahun tanpa persetujuan orang tua.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Meta akan menerapkan batas waktu harian kumulatif selama dua jam untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun, yang hanya dapat diubah oleh orang tua. Aplikasi juga akan memberikan peringatan kepada remaja setiap 15 menit penggunaan Facebook atau Instagram secara terus-menerus.

Perusahaan akan menerapkan mode malam otomatis yang membatasi akses aplikasi bagi remaja dari tengah malam hingga jam 6 pagi, serta mode sekolah untuk mengurangi jumlah notifikasi selama jam sekolah. Selain itu, Meta juga akan menyembunyikan jumlah likes dan reaksi pada postingan remaja secara otomatis, serta memblokir "filter riasan ekstrem" untuk pengguna di bawah umur.

Orang tua dan pakar keamanan telah menyuarakan kekhawatiran bahwa remaja dapat mengakali perlindungan yang diterapkan Meta dengan memberikan informasi usia yang tidak akurat saat mendaftar. Sebagai bagian dari penyelesaian, Meta menyatakan akan berinvestasi dalam teknologi yang lebih canggih untuk mendeteksi remaja yang memalsukan usia mereka.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, memperkirakan bahwa perubahan-perubahan ini akan mulai diterapkan dalam beberapa bulan ke depan. Meta juga setuju untuk mengizinkan auditor independen untuk menilai pelaksanaan kesepakatan ini.

Matthew Bergman, pengacara pendiri Social Media Victims Law Center, menyebut kesepakatan ini sebagai titik balik dalam upaya menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan teknologi yang merancang produk yang mereka ketahui dapat merugikan anak-anak dan memicu krisis kesehatan mental di kalangan remaja di seluruh negeri.

Artikel Terkait