Kecerdasan buatan, atau AI, kini dapat digunakan untuk mengeksplorasi gaya berpakaian dengan lebih efektif. Teknologi ini tidak hanya membantu mencari inspirasi busana, tetapi juga memberikan alternatif padu padan berdasarkan koleksi pakaian yang dimiliki pengguna. Dalam sebuah acara pers di Jakarta, perancang busana Stella Rissa menjelaskan bahwa AI dapat berfungsi untuk mengingat koleksi pakaian yang dimiliki dan mencari kemungkinan kombinasi yang sesuai.
“Kalau aku personally sebenarnya kalau mau mix and match actually bisa menggunakan AI,” ungkap Stella pada acara 'Mind, Thread, Vision With Gemini, In Craft' yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026.
Memasukkan Koleksi Pakaian ke dalam AI
Salah satu langkah awal yang dapat diambil adalah dengan memasukkan pakaian yang sudah dimiliki ke dalam sistem AI. Dengan cara ini, teknologi dapat membantu menemukan kombinasi baru tanpa perlu membeli pakaian tambahan. Stella menambahkan, pengguna dapat memasukkan seluruh koleksi pakaian mereka dan meminta AI untuk mengingatkan pilihan yang mungkin terlewat. “Untuk mix and match itu dalam artian gini, kamu bisa masukin semua baju yang kamu punya dan minta AI supaya kamu tuh inget, oh ya actually kamu bisa pakai baju yang ini,” jelasnya.
Jonathan Andy Tan, perancang busana dari Two Stitches, juga menambahkan bahwa foto pakaian yang disukai bisa digunakan untuk mengeksplorasi gaya melalui AI. “Kalau misalkan untuk kebutuhan personal styling, ya tentunya kalian mungkin bisa coba dari web Canva,” ujarnya. Ia menyarankan agar pakaian tersebut difoto dari berbagai sudut, bahkan merekam video 360 derajat sebelum mengunggahnya ke Canva. Dengan cara ini, pengguna dapat memperoleh gambaran tentang kemungkinan padu padan dari pakaian tersebut.
Memanfaatkan Kamera untuk Saran Gaya
Eksplorasi gaya juga dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan kamera ponsel. Mira Sumanti, Brand & Creative Lead Google Asia Tenggara, menjelaskan bahwa Gemini Live dapat terhubung dengan kamera sehingga pengguna dapat menunjukkan pakaian yang sedang dikenakan. “Untuk ngasih ide-ide pakaian tuh bisa pakai Gemini Live. Jadi Gemini Live itu kan bisa dipakai langsung terhubung dengan kamera HP,” kata Mira.
Pengguna kemudian dapat meminta masukan mengenai gaya berpakaian yang dikenakan, seperti pilihan styling untuk aktivitas tertentu atau aksesori yang cocok. “Gemini itu bisa juga jadi kayak fashion assistant juga gitu,” tambahnya. Pemanfaatan AI untuk kebutuhan kreatif di Indonesia cukup signifikan. Data menunjukkan bahwa 32 persen interaksi dengan Gemini di Indonesia berfokus pada kreativitas, dan 82 persen prompt berasal dari ponsel, lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Asia Tenggara yang mencapai 73 persen.
Stella mengingatkan bahwa meskipun AI dapat membantu memberikan berbagai alternatif, penting untuk menjaga sentuhan personal dalam berpakaian. “Tapi menurutku personal touch adalah yang terpenting. Karena buat aku berpakaian itu it's like playing yang ada di AI ataupun yang teman kamu kasih tahu. Jadi ikuti kata hatimu,” tutup Stella.