Kesehatan

Mengapa Rambut Hitam Sulit Berubah Menjadi Pirang dalam Sekali Proses Bleaching?

Warna rambut pirang, terutama platinum blonde, menjadi tren, namun proses bleaching untuk mencapai warna ini tidak selalu berhasil dalam satu kali percobaan, terutama pada rambut gelap.

K
Kartika Sari Dewi
26 August 2026 48 pembaca
Mengapa Rambut Hitam Sulit Berubah Menjadi Pirang dalam Sekali Proses Bleaching?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Rambut berwarna pirang, khususnya platinum blonde, tengah menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin mengubah penampilan secara signifikan. Namun, tidak semua orang dapat mendapatkan warna ini hanya dalam satu sesi bleaching, terutama bagi mereka yang memiliki rambut dengan warna alami yang sangat gelap.

Proses bleaching berfungsi untuk mengangkat pigmen alami yang terdapat pada rambut agar warnanya menjadi lebih terang. Semakin jauh perbedaan antara warna rambut awal dan warna pirang yang diinginkan, semakin banyak pigmen yang harus dihilangkan. Penata rambut selebriti Kristin Ess menjelaskan bahwa untuk mencapai platinum blonde, perhatian ekstra diperlukan, terutama jika rambut yang akan diubah berwarna gelap atau memiliki tekstur yang kasar.

Proses Pencerahan yang Rumit

Warna alami rambut ditentukan oleh pigmen yang ada di dalam batang rambut. Ketika seseorang ingin mengubah rambut hitam menjadi pirang yang sangat terang, proses bleaching harus menghilangkan lebih banyak pigmen. Ess menekankan bahwa tingkat kegelapan rambut awal mempengaruhi seberapa berat proses pencerahan yang diperlukan. “Semakin gelap warna rambut alami, semakin banyak pigmen yang perlu dihilangkan untuk mencapai tingkat platinum, sehingga prosesnya menjadi lebih keras,” ujarnya.

Oleh karena itu, rambut hitam tidak selalu dapat langsung diubah menjadi warna pirang pucat dalam satu sesi. Memaksakan proses pencerahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan pada rambut, menjadikannya kering dan rapuh.

Pengaruh Tekstur Rambut

Tidak hanya warna awal yang berpengaruh pada proses bleaching, tetapi juga tekstur rambut. Rambut yang lebih kasar cenderung lebih sulit untuk diangkat warnanya dibandingkan dengan rambut yang bertekstur halus. Ess menjelaskan bahwa rambut gelap yang memiliki tekstur kasar memerlukan perhatian lebih, karena proses pencerahannya dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada rambut. Dalam kondisi ini, penata rambut perlu menentukan tingkat pencerahan yang realistis berdasarkan kondisi rambut, bukan hanya berdasarkan warna yang diinginkan.

Proses untuk mencapai warna pirang yang sangat terang melibatkan penggunaan bahan seperti hidrogen peroksida yang dapat menyebabkan perubahan kimia pada kutikula rambut. Meskipun formula yang digunakan di salon dapat dibuat lebih lembut, proses pencerahan tetap dapat membuat rambut menjadi kering dan mengalami kerusakan. “Bagaimanapun juga, menjadi pirang platinum akan membuat rambut rusak sampai tingkat tertentu,” jelas Ess. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi rambut sebelum memutuskan untuk melakukan perubahan warna yang drastis.

Untuk menjaga kesehatan rambut, proses bleaching sebaiknya dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kondisi rambut dan target warna yang diinginkan. Ess juga merekomendasikan penggunaan perawatan intensif sebelum dan setelah proses bleaching, terutama untuk rambut yang secara alami gelap, kasar, atau keriting. Salah satu cara adalah dengan menggunakan masker deep conditioning dan perawatan yang dapat memperkuat ikatan pada serat rambut.

Selain itu, memilih penata rambut yang berpengalaman juga sangat penting, terutama jika tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan warna platinum blonde. Dengan demikian, kesulitan dalam mengubah rambut hitam menjadi pirang dalam satu kali bleaching bukan hanya disebabkan oleh warna hitamnya, tetapi juga karena jumlah pigmen yang harus dihilangkan lebih banyak. Semakin besar perubahan warna yang diinginkan, semakin penting untuk memperhatikan kondisi rambut dan melaksanakan proses dengan hati-hati.

Artikel Terkait