Kesehatan

Makna Tersembunyi di Balik Bahasa Tubuh yang Berbeda dengan Ucapan

Seringkali, seseorang menyatakan bahwa mereka baik-baik saja, namun bahasa tubuh mereka menunjukkan hal yang sebaliknya. Memahami bahasa tubuh membutuhkan perhatian terhadap berbagai tanda yang ada.

N
Nathania Gabriella Wardani
03 September 2026 37 pembaca
Makna Tersembunyi di Balik Bahasa Tubuh yang Berbeda dengan Ucapan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com - Apakah Anda pernah merasakan ketidakcocokan antara ucapan seseorang dan bahasa tubuhnya? Misalnya, seseorang tersenyum saat berbicara, tetapi terlihat tegang atau menghindari kontak mata. Kejadian seperti ini bisa membuat orang lain merasa bingung dalam memahami maksud lawan bicaranya. Dalam interaksi sehari-hari, ucapan bukanlah satu-satunya cara untuk menyampaikan pesan. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, postur, dan jarak saat berbicara juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi emosional seseorang. Namun, interpretasi bahasa tubuh tidak selalu sederhana.

Dikutip dari Verwell Mind, Dr. Abbie Marono, seorang ilmuwan perilaku, menjelaskan bahwa seseorang dapat menunjukkan sinyal yang berbeda akibat konflik emosi, berusaha menyembunyikan perasaan, atau ingin memberikan kesan tertentu di hadapan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahasa tubuh dengan memperhatikan beberapa tanda sekaligus, bukan hanya satu gerakan saja.

Tanda Bahasa Tubuh yang Berbeda dengan Ucapan

1. Tersenyum tetapi terlihat tegang. Senyum biasanya diasosiasikan dengan perasaan bahagia atau nyaman. Namun, ekspresi wajah tidak selalu mencerminkan perasaan yang sebenarnya. Menurut Dr. Lillian Glass, seorang pakar bahasa tubuh dan komunikasi, senyum dengan bibir tertutup dan rahang yang tegang bisa menjadi indikasi bahwa seseorang tidak merasa bahagia atau nyaman. Meski demikian, satu ekspresi wajah saja tidak cukup untuk menentukan perasaan seseorang, sehingga konteks percakapan juga harus diperhatikan.

2. Melakukan kontak mata tetapi tampak tidak nyaman. Kontak mata sering dianggap sebagai tanda ketertarikan atau perhatian. Namun, menghindari kontak mata tidak selalu berarti ketidaknyamanan atau ketidakminatan. Seseorang bisa saja menghindari tatapan karena merasa malu atau gugup. Bahkan, dalam budaya tertentu, cara menggunakan kontak mata saat berbicara bisa berbeda. Marono menyatakan bahwa sinyal nonverbal sebaiknya tidak ditafsirkan terpisah dari konteks verbal dan karakter individu.

3. Mengangguk tetapi sebenarnya tidak setuju. Menganggukkan kepala sering kali diartikan sebagai tanda persetujuan atau pemahaman. Namun, gerakan ini juga bisa muncul ketika seseorang berusaha mengikuti atau memahami sudut pandang lawan bicaranya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang terlihat mengangguk, tetapi kemudian menyatakan ketidaksetujuan terhadap pendapat yang disampaikan. Perbedaan antara gerakan dan kata-kata ini dapat menciptakan sinyal campuran. Jika bingung, lebih baik menanyakan langsung maksudnya daripada membuat kesimpulan sendiri.

Petunjuk Lain dalam Bahasa Tubuh

4. Tubuh terlihat terbuka, tetapi kaki mengarah ke pintu. Postur tubuh dapat memberikan petunjuk tentang kenyamanan seseorang dalam percakapan. Postur terbuka, seperti tidak menyilangkan tangan atau kaki, biasanya menunjukkan rasa nyaman. Sebaliknya, tubuh yang menjauh atau tertutup bisa menandakan ketidaknyamanan. Glass memberikan contoh saat seseorang berkencan; meski percakapan tampak baik, jika orang tersebut bersandar menjauh dan posisi kakinya mengarah ke pintu, bisa jadi mereka ingin mengakhiri interaksi. Namun, tanda ini tidak bisa berdiri sendiri, karena posisi tubuh juga bisa berubah karena alasan lain, seperti merasa pegal.

5. Menyentuh dengan cara yang sulit dipahami. Sentuhan dapat menyampaikan berbagai pesan tergantung pada hubungan dan situasinya. Dalam konteks pertemanan, sentuhan di bahu atau lengan bisa dianggap ramah. Namun, dalam konteks romantis, sentuhan yang lebih lembut atau lama dapat diartikan berbeda. Ada juga sentuhan yang menunjukkan dominasi, seperti menggenggam lengan seseorang saat berbicara. Karena maknanya sangat tergantung pada konteks, sentuhan mudah disalahartikan. Jika seseorang merasa tidak nyaman dengan sentuhan tertentu, lebih baik untuk menyampaikan batasan secara langsung daripada mencoba menebak maksud dari bahasa tubuh tersebut.

Artikel Terkait