Karya busana yang dikenakan oleh Muhoza Trivia Elle, wakil Uganda dalam kompetisi Miss World, berhasil menarik perhatian internasional. Gaun yang diberi judul "Lapisan Kehidupan" ini menggabungkan kemewahan dunia mode dengan kisah nyata perjuangan seorang ibu. Diciptakan khusus untuk ajang World Designer Award, busana ini menggambarkan tujuh lapisan anatomi yang dilalui dokter saat melakukan operasi caesar, mulai dari sayatan pada kulit perut hingga mencapai kantung ketuban.
Proses Kreatif di Balik Desain
Perancang busana, Keesha Abdallah, menyatakan ketertarikan mendalam terhadap prosedur medis ini dan mengakui bahwa proses kreatif untuk mewujudkannya menjadi gaun nyata tidaklah mudah. Abdallah menjelaskan, "Memilih warna yang tepat merupakan tantangan nyata, karena banyaknya corak di pasaran. Untungnya, kami menemukan sejumlah corak yang saya pikir akan berhasil," melalui akun Instagramnya. Ia menambahkan bahwa timnya harus melalui berbagai percobaan dalam proses kreatif tersebut.
Konsep Tujuh Lapisan
Keunikan gaun ini terletak pada konsep tujuh lapisan, di mana setiap lapisan mewakili bagian yang berbeda dari prosedur operasi caesar. Lapisan pertama melambangkan kulit, yang merupakan pelindung tubuh dan bagian paling luar dari prosedur. Lapisan kedua adalah lemak, yang berkaitan dengan cadangan energi. Selanjutnya, lapisan ketiga mewakili fasia, jaringan ikat yang menjaga struktur tubuh tetap terhubung. Lapisan keempat adalah otot, yang mencerminkan kekuatan dan usaha fisik seorang ibu selama kehamilan dan persalinan. Lapisan kelima adalah peritoneum, pelindung di dalam rongga perut. Lapisan keenam menggambarkan rahim sebagai tempat tumbuhnya janin, sedangkan lapisan ketujuh adalah kantung ketuban yang melindungi bayi sebelum lahir.
Inspirasi Pribadi dan Pesan Universal
Gaun ini tidak hanya terinspirasi dari prosedur medis, tetapi juga dari pengalaman pribadi Abdallah sebagai seorang ibu. Sebelum merancang, ia mempelajari berbagai referensi medis tentang anatomi tubuh dalam operasi caesar. Abdallah berusaha mengubah fakta medis menjadi karya seni yang orisinal untuk dipamerkan di Vietnam, sekaligus menghormati para ibu. "Titik awal kami hanyalah seorang wanita dan lapisan luar biasa dari tubuh yang dibawa di dalam dirinya, lapisan yang kita semua miliki, terlepas dari mana kita berasal atau apa warna kulit kita," ungkapnya.
Dari kejauhan, gaun ini terlihat glamor dengan siluet duyung, tumpukan kain tule yang mengalir, detail rumit, dan palet warna yang menawan. Warna-warna yang dipilih mewakili perjalanan seorang wanita dari luar perut hingga ke dalam rahim. Sentuhan mutiara, manik-manik kaca, dan batu kristal menambah kilau pada penampilannya. Setiap detail dikerjakan dengan cermat agar sejalan dengan makna desainnya. Pergerakan kain saat gaun dikenakan mencerminkan emosi dan transformasi hidup seorang wanita saat menjadi ibu.
Abdallah menekankan bahwa kehidupan tidak memiliki warna tertentu dan bersifat universal. Karya ini diciptakan untuk merayakan kekuatan wanita, keindahan tubuh manusia, serta keajaiban hidup yang menyatukan semua orang. Ia menggambarkan karyanya sebagai sebuah kisah kuat yang diceritakan lewat warna, tekstur, dan gerakan yang bermakna.