Edukasi

Mahasiswa USK Berkolaborasi dengan PKK untuk Cegah Stunting Melalui Program TUNTAS

Sebanyak 12 kasus stunting ditangani oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala melalui kolaborasi dengan PKK dalam program TUNTAS, yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak.

D
Danendra Surya
17 April 2026 16 pembaca
Mahasiswa USK Berkolaborasi dengan PKK untuk Cegah Stunting Melalui Program TUNTAS
Sumber gambar: zcampus.indozone.id

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upaya menanggulangi 12 kasus stunting. Program yang diberi nama TUNTAS ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.

Inisiatif ini muncul mengingat tingginya angka stunting di daerah setempat, yang menjadi masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan anak. “Stunting bukan sekadar masalah kurang gizi, tetapi juga masalah yang berpengaruh pada perkembangan otak dan kemampuan fisik anak,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Program TUNTAS dirancang untuk menjangkau keluarga dengan anak stunting, memberikan edukasi dan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Pemberian edukasi terkait pola makan sehat dan pentingnya asupan gizi yang cukup menjadi salah satu fokus utama program ini. Melalui pendekatan kolaboratif dengan PKK, mahasiswa USK berupaya mengedukasi para ibu tentang nutrisi yang baik untuk anak, serta cara pemilihan makanan yang bergizi. “Kami berharap edukasi ini dapat merubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya nutrisi dan kesehatan anak,” tambahnya.

Program TUNTAS berlangsung di beberapa wilayah yang menjadi lokasi tinggi kasus stunting. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, mahasiswa dan tim PKK memberikan contoh konkret melalui praktik di lapangan, termasuk program penyuluhan, pendampingan, dan penyediaan makanan bergizi. “Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik nyata agar masyarakat mengerti dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu anggota PKK.

Keberhasilan program ini terletak pada partisipasi masyarakat yang aktif. Saksi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, “Dulu, saya tidak tahu banyak tentang pentingnya gizi untuk anak. Setelah mengikuti program ini, saya menjadi lebih paham dan bisa menerapkan pola makan yang lebih baik untuk keluarga.” Hal ini menunjukkan dampak positif dari pelaksanaan program TUNTAS.

Di sisi lain, pihak USK juga berharap program ini dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Kami ingin menumbuhkan rasa peduli mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan sekitar,” kata salah satu dosen pembimbing.

Ke depannya, program TUNTAS akan terus dikembangkan dan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga di daerah yang membutuhkan. Tim akan melakukan evaluasi untuk melihat dampak jangka panjang dari program ini serta merencanakan kegiatan lanjutan guna memastikan bahwa angka stunting dapat berkurang secara signifikan.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait