Jakarta - Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, memperkirakan bahwa lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tidak hanya akan mempercepat pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, tetapi juga akan menjadi sumber pendapatan bagi negara. Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan spektrum ini diperkirakan dapat menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal, dan totalnya dapat mencapai Rp30 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Dalam pernyataannya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta pada Selasa (21/7/2026), Meutya menjelaskan bahwa penerimaan ini merupakan salah satu manfaat ekonomi dari pengelolaan spektrum yang telah diseleksi pada bulan Juli 2026. "Potensi pendapatan negara dari pengelolaan spektrum ini menyumbang penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sebesar Rp6 triliun pada tahap awal dan total proyeksi penerimaan negara mencapai Rp30 triliun dalam jangka waktu 10 tahun," ujarnya.
Manfaat Ekonomi untuk Program Pembangunan
Meutya menambahkan bahwa tambahan penerimaan negara ini akan digunakan kembali untuk mendukung berbagai program pembangunan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. "Tambahan nilai ekonomi untuk negara ini tentu akan dikembalikan lagi untuk pembangunan program-program yang pro rakyat," tuturnya.
Namun, Meutya juga menekankan bahwa keberhasilan lelang frekuensi tidak hanya dapat diukur dari potensi penerimaan negara. Pemerintah mewajibkan operator seluler yang memenangkan lelang untuk menyediakan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan, serta mempercepat pembangunan jaringan 5G, sehingga manfaat dari pengelolaan spektrum dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Hasil Lelang Frekuensi
Sebelumnya, Meutya telah mengumumkan bahwa XLSmart menjadi pemenang lelang frekuensi 700 MHz dengan menguasai bandwidth 30 MHz, menawarkan Rp1,0602 triliun. Telkomsel mengikuti dengan menguasai bandwidth 20 MHz seharga Rp642,5 miliar, sementara Indosat juga mendapatkan bandwidth 20 MHz dengan penawaran Rp507,48 miliar.
Di sisi lain, Telkomsel menjadi pemenang lelang frekuensi 2,6 GHz dengan menguasai bandwidth 80 MHz dan penawaran sebesar Rp545,84 miliar. Indosat memperoleh bandwidth 60 MHz dengan penawaran Rp372 miliar, sementara XLSmart meraih bandwidth 50 MHz dengan nilai penawaran Rp231,6 miliar.