Teknologi

Kritik Terhadap Penyelesaian Sengketa Meta yang Dinilai Terlalu Ringan

Penyelesaian sengketa senilai USD 18 miliar oleh Meta dalam kasus kecanduan media sosial di AS dianggap tidak memadai oleh beberapa pihak. Kesepakatan ini dinilai masih membuka kemungkinan litigasi le...

M
Mikayla Rahmadani
01 September 2026 43 pembaca
Aplikasi Instagram. Foto: Getty Images/bombuscreative
Aplikasi Instagram. Foto: Getty Images/bombuscreative

Jakarta - Penyelesaian sengketa yang melibatkan Meta dengan nilai mencapai USD 18 miliar (setara dengan Rp 321 triliun) dalam konteks kasus federal di Amerika Serikat terkait kecanduan media sosial dianggap oleh sebagian kalangan belum memuaskan. Kesepakatan yang diumumkan bersama Jaksa Agung California, Rob Bonta, dan kelompok bipartisan yang terdiri dari 51 Jaksa Agung ini membuat Meta tetap rentan terhadap potensi litigasi lanjutan yang berkaitan dengan tuduhan serupa serta berbagai regulasi yang mungkin akan diberlakukan.

“Kesepakatan ini sama sekali tidak bersifat mencegah tuntutan lain. Secara konseptual, ini adalah batas bawah, bukan batas atas,” ungkap Bonta yang dikutip dari detikINET.

Persepsi Terhadap Kesepakatan

Beberapa pihak berpendapat bahwa perusahaan tersebut seolah lolos dari tanggung jawab yang lebih besar, terutama mengingat nilai kapitalisasi pasarnya yang mencapai USD 1,5 triliun. Pengacara Meta sebelumnya telah memperingatkan bahwa kombinasi dari persidangan Jaksa Agung negara bagian ini dapat berujung pada tuntutan ganti rugi yang bisa mencapai USD 1,4 triliun, sementara pengacara yang mewakili negara bagian menyebutkan angka USD 200 miliar sebagai jumlah yang lebih realistis.

Kesepakatan ini tercapai hanya sekitar seminggu setelah sidang pembacaan argumen pembuka dimulai. Satu-satunya eksekutif penting dari Meta yang memberikan kesaksian adalah Kepala Instagram, Adam Mosseri.

Kritik dari Jaksa Agung Florida

Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, memberikan kritik terhadap jumlah pembayaran ganti rugi tersebut. “Ini sudah pasti kemenangan bagi Meta. Pendapatan senilai beberapa minggu, itu tak cukup ketika Anda membicarakan perusahaan sebesar ini,” kata Uthmeier. Florida sendiri masih melanjutkan gugatan serupa terhadap Meta, dengan Uthmeier menegaskan, “Kami akan maju ke pengadilan, kami siap bertarung demi anak-anak kami di Florida. Kami takkan tunduk dan menyerah.”

Texas tidak terlibat dalam penyelesaian ini, namun mereka sepakat untuk menerima pembayaran sebesar USD 1 miliar secara terpisah. Selain masalah dana, Meta juga diwajibkan untuk melakukan perubahan pada aplikasinya seperti Facebook dan Instagram. Perubahan tersebut mencakup batasan penggunaan harian dan jam malam bagi remaja, peningkatan verifikasi usia, serta pengembangan fitur tambahan untuk orang tua dan wali.

Para legislator masih memiliki kemungkinan untuk memberlakukan aturan tambahan terhadap Meta dan industri media sosial secara umum. Terdapat juga sebuah kasus gabungan yang melibatkan klaim kerugian individu dan kasus federal terpisah. Para pengacara yang mewakili kelompok-kelompok tersebut menyatakan niat mereka untuk melanjutkan proses litigasi terhadap Meta dan para pesaingnya. “Ribuan anak muda dan distrik sekolah negeri masih memiliki tuntutan yang belum terselesaikan terhadap Meta, begitu juga dengan TikTok, Snap, dan YouTube, dan kami siap melanjutkan pertarungan itu,” ungkap para pengacara yang mewakili distrik sekolah.

Artikel Terkait