Teknologi

Kritik Mantan Direktur Meta Terhadap Kebijakan Keselamatan Anak oleh Zuckerberg

Seorang mantan direktur teknik di Meta Platforms mengungkapkan bahwa CEO Mark Zuckerberg menganggap keselamatan anak sebagai prioritas kedua setelah pertumbuhan platform. Hal ini disampaikan dalam per...

K
Kartika Sari Dewi
25 August 2026 66 pembaca
Mark Zuckerberg. Foto: REUTERS/Mike Blake
Mark Zuckerberg. Foto: REUTERS/Mike Blake

Jakarta - Arturo Bejar, mantan direktur teknik di Meta Platforms, memberikan kesaksian bahwa CEO Mark Zuckerberg memelihara budaya yang menempatkan keselamatan anak di bawah kepentingan pertumbuhan dan interaksi di Facebook serta Instagram. Bejar, yang kini menjadi kritikus aktif terkait isu keselamatan di Meta, menyampaikan tuduhannya dalam sebuah persidangan penting yang melibatkan gugatan dari koalisi beberapa negara bagian yang dapat mengubah arah penggunaan Facebook dan Instagram.

Negara bagian California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey menuduh Meta telah merancang platformnya sedemikian rupa sehingga dapat menjebak pengguna muda, yang berpotensi menyebabkan kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri, serta menyesatkan konsumen mengenai keselamatan mereka. Selain itu, negara-negara bagian tersebut, bersama 25 negara bagian lainnya, juga menuduh Meta melanggar hukum federal dengan mengumpulkan dan menggunakan data pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun saat mereka mengakses platform tersebut.

Persidangan yang Menjadi Ujian Hukum Besar

Persidangan ini dianggap sebagai ujian hukum terbesar yang pernah ada terkait dampak media sosial terhadap pengguna muda. Sidang dimulai di pengadilan federal di Oakland, California, dan diperkirakan akan berlangsung selama enam minggu. Juri diharapkan dapat memberikan vonis, dan Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers akan memutuskan apakah Meta bersalah serta menentukan sanksi dan perubahan yang harus diterapkan pada Facebook dan Instagram.

Bejar, yang menjadi saksi pertama dari pihak negara bagian, menyatakan bahwa Zuckerberg sangat terlibat dalam berbagai keputusan penting. Ia menegaskan bahwa budaya perusahaan yang bersifat top-down memastikan bahwa perubahan desain produk hanya akan terjadi jika ada perintah dari Zuckerberg. "Jika Mark menjadikan sesuatu prioritas, gunung pun bisa dipindah dalam hitungan bulan," ujarnya.

Kritik Terhadap Pernyataan Zuckerberg

Bejar membantah pernyataan Zuckerberg pada bulan Oktober 2021 setelah adanya tuduhan dari whistleblower Frances Haugen, yang menyatakan bahwa Meta mengetahui bahwa produknya tidak aman bagi anak-anak dan memiliki cara untuk membuatnya lebih aman, namun tidak mengambil tindakan demi keuntungan. "Itu sangat salah, tiap bagiannya. Anda benar-benar tak bisa mempercayakan anak-anak kepada Zuckerberg," tegas Bejar.

Bejar bekerja di Meta dari tahun 2009 hingga 2015 dan melakukan penelitian mengenai kesejahteraan remaja pengguna Instagram saat dipekerjakan sebagai kontraktor independen dari tahun 2019 hingga 2021. Ia juga bersaksi di hadapan komite Senat AS pada tahun 2023 bahwa Meta menyadari adanya pelecehan dan bahaya lain yang dihadapi remaja di platformnya, tetapi gagal untuk mengatasinya.

Ia mengungkapkan bahwa ia tidak menyadari bahaya yang mungkin dihadapi oleh putri remajanya ketika membantunya membuat akun Instagram, yang hingga kini masih digunakan. Bejar menjelaskan bahwa putrinya ingin memiliki ruang untuk berdiskusi tentang mobil, tetapi justru mendapatkan komentar misoginis, termasuk mengenai tubuhnya. "Saya terus memantau betapa hal itu membuatnya tertekan. Ia mendapatkan jumlah pengikut yang baik, tapi dibayar dengan penderitaan," ujarnya.

Di sisi lain, Bejar juga mengakui bahwa Meta mempekerjakan ratusan orang yang fokus pada keselamatan, termasuk individu-individu yang sangat berkualitas. Namun, ia tidak bekerja langsung dengan Zuckerberg dan sebagai kontraktor luar, ia tidak memiliki akses ke beberapa sumber daya yang ada.

Artikel Terkait