Teknologi

Kolaborasi Samsung dan Telkom untuk Solusi Digital Inovatif di Indonesia

Samsung dan Telkom berkolaborasi untuk mengembangkan solusi digital terintegrasi yang memanfaatkan teknologi AI dan IoT bagi sektor bisnis di Indonesia.

D
Danendra Surya
11 October 2026 69 pembaca
Samsung dan Telkom Kolaborasi, Siapkan Solusi AI dan IoT untuk Bisnis Foto: Samsung Indonesia
Samsung dan Telkom Kolaborasi, Siapkan Solusi AI dan IoT untuk Bisnis Foto: Samsung Indonesia

Jakarta - Samsung bersama Telkom telah menjalin kemitraan untuk menciptakan solusi digital yang terintegrasi bagi klien bisnis di Indonesia. Kerja sama ini meliputi pemanfaatan perangkat enterprise, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta infrastruktur digital yang mendukung.

Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) menjadi momen penting dalam kolaborasi ini, dilakukan oleh Lee Hun, Wakil Presiden Direktur Samsung Electronics Indonesia, dan Arfianto Ramadhian, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom. Kesepakatan yang berlaku selama satu tahun ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, melakukan pengujian teknologi melalui Proof of Concept (PoC), serta menyiapkan tawaran solusi untuk berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan layanan keuangan.

Transformasi Digital yang Komprehensif

"Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Perusahaan membutuhkan ekosistem yang dapat menghubungkan perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital dalam satu solusi yang relevan dengan kebutuhan bisnis," ungkap Yadi Prayitno, Kepala Bisnis MX Samsung Electronics Indonesia, dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Samsung memiliki beragam teknologi enterprise, seperti Galaxy Enterprise Edition, perangkat tangguh, Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, dan IoT.

"Bersama TelkomGroup, kami ingin mengeksplorasi bagaimana kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan menjadi solusi end-to-end yang menjawab kebutuhan operasional nyata perusahaan di Indonesia," lanjutnya.

Fokus pada Digitalisasi dan Keamanan

Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah digitalisasi pekerja lapangan dengan menggunakan perangkat Samsung yang dirancang untuk tahan terhadap kondisi kerja yang menantang, serta dilengkapi dengan sistem keamanan dan konektivitas dari TelkomGroup. Selain itu, kedua perusahaan juga menjajaki pengelolaan perangkat secara besar-besaran melalui Galaxy Enterprise Edition dan Samsung Knox.

Teknologi Galaxy AI dan Samsung DeX berpotensi digunakan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, sementara SmartThings dan IoT dapat mendukung operasional yang terhubung, termasuk pengawasan dan kontrol akses. Integrasi layar pintar dan digital display dengan layanan digital dari TelkomGroup juga menjadi bagian dari rencana pengembangan yang ada.

Samsung mengungkapkan bahwa platform keamanan Knox telah digunakan oleh lebih dari 35.000 bisnis di 134 negara.

Dalam kolaborasi ini, Samsung akan memberikan dukungan teknis, pelatihan, demonstrasi produk, serta pengujian teknologi. Sementara itu, Telkom akan berperan dalam mengidentifikasi peluang bisnis dan mendukung pemasaran bersama. TelkomGroup juga akan menyediakan infrastruktur jaringan nasional, cloud, pusat data, keamanan siber, dan layanan terkelola untuk melengkapi ekosistem perangkat Samsung.

"Pelanggan enterprise saat ini membutuhkan solusi yang utuh, bukan produk yang berdiri sendiri," kata Arfianto Ramadhian. "MoU ini adalah titik awal. Langkah berikutnya adalah menguji use case prioritas bersama pelanggan, sehingga kolaborasi ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan," tambahnya.

Walaupun demikian, kedua perusahaan belum mengumumkan produk atau layanan komersial yang akan dihasilkan dari kolaborasi ini. Bentuk solusi dan kerja sama bisnis selanjutnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan serta hasil pengujian, yang kemudian dituangkan dalam perjanjian terpisah.

Artikel Terkait