Jakarta - Layanan panggilan darurat 112 telah menunjukkan perannya yang signifikan dalam membantu masyarakat mendapatkan bantuan saat menghadapi situasi darurat. Contohnya, Awinda, seorang warga Surabaya, merasakan manfaat layanan ini ketika menyaksikan kecelakaan antara dua sepeda motor di depan kantornya. Dalam insiden tersebut, salah satu pengendara terjatuh dan tidak bisa bangkit. Melihat keadaan korban, Awinda segera menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta pertolongan.
"Hari ini pertama kalinya aku telepon layanan 112 karena ada kecelakaan di depan kantorku (motor dengan motor) korban yang jatuh lemas nggak bisa bangun kelihatannya sampai diangkat 2 orang untuk ke tepi jalan," ungkap Awinda.
Awinda menilai bahwa respons dari layanan tersebut cukup cepat. Tak lama setelah ia melakukan panggilan, tim medis tiba untuk memberikan bantuan kepada korban. "Barulah aku menelepon dan nggak lama tim medis datang. Alhamdulillah sepertinya tidak parah," tambahnya.
Pengalaman Serupa dari Warga Lain
Komarudin, warga Surabaya lainnya, juga memiliki pengalaman serupa. Ia pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak sadarkan diri dan mendapatkan pertolongan setelah warga di sekitarnya menghubungi layanan darurat 112. Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Mei 2026 di Jalan Indrapura, tepat di depan Gedung Keuangan Negara, Surabaya, sekitar pukul 15.00 WIB.
"Itu pada waktu itu tanggal 20 Mei kejadian di depan, di Jalan Indrapura, depan Kantor Keuangan. Ya itu sekitar mungkin antara jam 3 sore gitu ya kejadiannya. Saya jatuh di situ. Terus saya ditolong, ya," jelas Komarudin.
Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, Komarudin dibawa ke rumah sakit. Ia juga menceritakan bahwa petugas medis membantu mengamankan sepeda motornya dan memberi tahu keluarganya mengenai insiden tersebut. "Terus setelah itu, sementara saya di bawa ke rumah sakit, kalau tidak salah itu juga masnya ke sini, kasih tahu ke keluarga kami sini. Bahwa ada kejadian itu, bahkan motor saya juga di sana, terus diambil sama anak saya gitu. Ditanya memang sama petugas yang di ambulans," tuturnya.
Komarudin mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan layanan darurat tersebut. Ia merasa bahwa layanan 112 sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam keadaan darurat. "Saya sebagai warga Surabaya, ya, bangga Surabaya ini ada 112 seperti ini. Saya bangga dan saya merasa puas gitu loh," katanya.
Layanan Darurat 112: Akses Mudah dan Gratis
Layanan darurat 112 adalah nomor tunggal yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian yang memerlukan penanganan segera, termasuk kebakaran, kecelakaan, bencana alam, kondisi medis darurat, hingga gangguan keamanan. Layanan ini tersedia 24 jam dan dapat dihubungi secara gratis, sehingga masyarakat tidak perlu mengingat banyak nomor untuk meminta bantuan saat menghadapi situasi darurat.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berperan dalam aspek regulasi, fasilitasi, dan koordinasi penyediaan layanan. Pemerintah daerah bertanggung jawab atas operasional pusat panggilan darurat serta mengoordinasikan tindak lanjut laporan dengan instansi terkait. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa layanan 112 merupakan langkah untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan dalam keadaan darurat. "Nomor darurat 112 memudahkan masyarakat mengakses bantuan darurat di mana saja. Ini langkah nyata menuju sistem single number emergency seperti 911 di AS," jelasnya.
Wayan juga mengapresiasi dukungan dari operator seluler yang memberikan akses panggilan gratis ke nomor 112 dan mengirimkan SMS blast terkait kebencanaan. "Kami sangat mengapresiasi operator seluler yang memberikan panggilan gratis ke 112 dan SMS Blast kebencanaan," tuturnya.
Saat ini, layanan 112 telah tersedia di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Komdigi memastikan bahwa perluasan layanan akan dilakukan secara bertahap ke 514 kabupaten/kota untuk mewujudkan layanan darurat satu pintu yang terintegrasi. Namun, masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan 112 hanya dalam kondisi darurat, karena panggilan palsu dapat menghambat penanganan laporan dari warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan.