Kesehatan

Kemungkinan Menentukan Jenis Kelamin Anak Melalui Program Bayi Tabung

Teknologi bayi tabung kini memungkinkan pasangan untuk merencanakan jenis kelamin anak, meskipun terdapat regulasi yang ketat mengenai hal ini. Para ahli menjelaskan bahwa pemilihan jenis kelamin tida...

J
Jonathan Michael Saputra
28 August 2026 43 pembaca
Kemungkinan Menentukan Jenis Kelamin Anak Melalui Program Bayi Tabung
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Program bayi tabung telah menjadi alternatif bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak secara alami. Dengan kemajuan teknologi reproduksi, muncul minat di kalangan masyarakat untuk mengetahui apakah mereka dapat memilih jenis kelamin anak yang diinginkan. Banyak pasangan yang bertanya-tanya apakah mereka dapat menentukan apakah anak yang akan lahir adalah laki-laki atau perempuan melalui prosedur ini. Menurut Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre, pemilihan jenis kelamin melalui intervensi medis kini bukanlah hal yang mustahil.

Aturan Pemilihan Jenis Kelamin dalam Program Bayi Tabung

Di Indonesia, dr. Budi menekankan bahwa pasien tidak diperbolehkan untuk memilih jenis kelamin anak pada kehamilan pertama. Pembatasan ini diterapkan untuk menghindari ketidakseimbangan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di masa depan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas sosial. "Makanya anak kedua boleh memilih. Kalau anak pertama dia laki-laki, boleh milih perempuan. Supaya balance," ujarnya dalam acara media gathering yang diadakan untuk merayakan lima tahun keberadaan RS Pondok Indah IVF Centre di Jakarta.

Praktik pemilihan jenis kelamin anak juga berkaitan erat dengan isu etika yang sensitif dalam dunia medis global. Oleh karena itu, opsi ini tidak dapat diberikan secara sembarangan tanpa pedoman yang jelas. "Dan itu playing the God ya. Itu sebenarnya juga isunya banyak. Tidak semua negara membolehkan sex selection kecuali atas indikasi," tambah dr. Budi.

Peran Kromosom Sperma dalam Menentukan Jenis Kelamin

Dari segi teknis, penentuan jenis kelamin tidak dilakukan secara sembarangan di laboratorium, melainkan berdasarkan materi genetik yang diwariskan dari ayah. Teknologi bayi tabung memungkinkan tim medis untuk memilih embrio terbaik berdasarkan komposisi genetik. "Artinya kan pemilihan jenis kelamin itu kan pakai teknologi ya. Dan jenis kelamin itu sangat tergantung dari kromosom yang dimiliki oleh sperma suami," jelas dr. Budi.

Dalam sel reproduksi pria, terdapat dua jenis kromosom seks yang akan menentukan jenis kelamin janin, yaitu kromosom X dan Y. Tim dokter akan memeriksa dominasi dari kedua kromosom tersebut sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. "Jadi sperma suami itu banyakan X atau banyakan Y? Itu bisa dicek," ungkapnya. Setelah melakukan pengecekan kromosom, dokter dapat memprediksi jenis kelamin calon bayi. "Kalau kromosomnya banyakan X, kemungkinan besar perempuan, tapi kalau kromosomnya banyakan Y, kemungkinan besar laki-laki," tambah dr. Budi.

Pengecekan dilakukan sebelum proses pembuahan. Mengingat bahwa proses ini sangat bergantung pada komposisi genetik, seluruh pengecekan harus dilakukan di awal siklus bayi tabung. Pasangan suami istri dapat mengetahui peluang jenis kelamin anak mereka bahkan sebelum sel telur bertemu dengan sperma di dalam inkubator. "Dari awal bisa dicek probability berapa persen dia punya anak perempuan, berapa persen dia punya anak laki-laki," jelas dr. Budi. Persentase kemungkinan tersebut diperoleh setelah dokter menganalisis sampel di laboratorium. Keakuratan prediksi medis sepenuhnya bergantung pada proporsi kromosom yang ditemukan.

Artikel Terkait