Menjaga kesehatan reproduksi merupakan tanggung jawab yang harus diemban baik oleh suami maupun istri. Sayangnya, sering kali perhatian terhadap peran pria dalam program kehamilan diabaikan, dengan anggapan bahwa tanggung jawab lebih banyak terletak pada perempuan. Padahal, kualitas sel sperma laki-laki sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kehamilan, baik secara alami maupun melalui program bayi tabung.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, mengungkapkan bahwa banyak calon ayah yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka dapat secara diam-diam menurunkan kualitas sperma. Berbagai kebiasaan dan pilihan makanan yang kurang tepat dapat berdampak negatif. Perubahan gaya hidup yang diperlukan tidak bisa dilakukan secara instan dan memerlukan waktu yang konsisten agar kualitas sperma kembali optimal sebelum pembuahan.
Kebiasaan yang Merusak Kualitas Sperma
Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan kualitas sperma di antaranya adalah:
1. Mandi sauna dan berendam air panas. Sel sperma sangat sensitif terhadap suhu. Suhu yang terlalu tinggi di area intim pria dapat mengganggu produksi sperma yang sehat. Kebiasaan seperti berendam dalam air panas atau mandi sauna justru dapat mengurangi peluang kehamilan. "Sperma sangat tidak tahan terhadap panas. Pakaian dalam terlalu ketat, berendam air panas, mandi sauna, itu merusak sperma," jelas dr. Budi. Jika area intim terpapar panas, sel sperma dapat rusak sebelum berfungsi untuk membuahi sel telur.
2. Memangku laptop dan menonton TV dalam waktu lama. Di era digital saat ini, sulit untuk terlepas dari perangkat elektronik. Namun, menempatkan laptop di pangkuan atau menyimpan ponsel di saku dekat area intim dapat berisiko. Paparan radiasi dari perangkat tersebut serta kebiasaan kurang bergerak dapat memperburuk kualitas sperma. "Menonton televisi 40 jam berturut-turut selama satu minggu itu mengganggu merusak DNA sperma," ungkap dr. Budi. Kerusakan pada DNA sperma ini dapat berdampak jangka panjang terhadap peluang kehamilan pasangan.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Nutrisi yang Tepat
3. Merokok dan percaya pada mitos makanan. Selain menghindari paparan panas dan radiasi, penting untuk mengadopsi gaya hidup sehat dengan asupan yang tepat. Banyak pria yang masih kesulitan untuk berhenti merokok, padahal paparan nikotin harus dihindari jauh sebelum merencanakan kehamilan. "Persiapan ini saja 60 hari atau 2 bulan ya, perbaiki lifestyle. Rokok itu sangat memengaruhi kualitas sperma dan sel telur," kata dr. Budi. Mengenai makanan, masih ada kepercayaan bahwa konsumsi sayur tauge dapat meningkatkan kesuburan. Namun, secara medis, hal ini kurang tepat. "Kalau tauge itu mitos ya. Semua makanan yang high protein, high vitamin, itu baik untuk kesuburan," ujarnya. Tubuh pria memerlukan berbagai nutrisi seimbang untuk meningkatkan kualitas sperma agar siap untuk membuahi.