Kedekatan dalam suatu hubungan tidak selalu bergantung pada momen-momen besar. Sebaliknya, kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memperkuat ikatan antara pasangan. Soo Jin Lee, seorang terapis pernikahan dan keluarga, menyatakan bahwa pasangan yang memiliki hubungan yang kuat tidak berarti mereka tidak pernah mengalami konflik. Mereka adalah pasangan yang terus berusaha untuk membangun kehadiran dan kedekatan di dalam hubungan mereka. “Mereka adalah pasangan yang secara konsisten kembali pada momen-momen kecil kebersamaan dan keselarasan,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nirmala Bijraj, seorang terapis kesehatan mental, yang menekankan bahwa menjaga hubungan tidak perlu menunggu hingga masalah besar muncul. Lalu, kebiasaan apa saja yang bisa dilakukan pasangan untuk mempertahankan kebahagiaan dalam hubungan mereka? Berikut adalah beberapa di antaranya.
Kebiasaan untuk Mempertahankan Keharmonisan
1. Rutin melakukan check-in dengan pasangan (bagi yang sudah menikah)
Kesibukan sehari-hari sering kali membuat pasangan hanya membahas hal-hal praktis, seperti pekerjaan, anak, keuangan, atau urusan rumah tangga. Oleh karena itu, menyediakan waktu khusus untuk melakukan check-in dalam hubungan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan emosional. Dalam waktu ini, pasangan dapat saling bertanya tentang keadaan masing-masing, membicarakan hal-hal positif yang terjadi, serta menyampaikan hal-hal yang mungkin membuat mereka merasa tidak nyaman. Lee menekankan bahwa pasangan yang bahagia cenderung melakukan “perawatan emosional” secara rutin, bukan hanya ketika masalah sudah membesar. Check-in juga memberikan kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan mengetahui dukungan yang dibutuhkan satu sama lain, sehingga masalah kecil tidak terpendam dan berubah menjadi pertengkaran besar.
2. Jangan berhenti bermain dan bersenang-senang bersama
Pasangan dapat melakukan hal-hal sederhana, seperti bercanda saat mengerjakan pekerjaan rumah, menari di dapur, atau mencoba aktivitas spontan yang menyenangkan. Menurut Lee, ritual yang kreatif dan menyenangkan dapat membantu pasangan keluar dari rutinitas yang monoton. Aktivitas tidak perlu besar; pasangan bisa saling mengirim pesan suara yang manis, melihat kembali foto-foto lama, atau merencanakan liburan impian bersama.
Membangun Ruang Pribadi dan Ritual Bermakna
3. Tetap berikan ruang untuk diri sendiri
Setiap individu memerlukan waktu dan ruang untuk dirinya sendiri. Memiliki kegiatan, hobi, atau waktu terpisah dari pasangan dapat membantu seseorang mempertahankan identitas pribadi di luar hubungan. Ini juga mencegah pasangan berharap satu sama lain untuk memenuhi seluruh kebutuhan emosional dan sosial mereka.
4. Ciptakan ritual kecil yang bermakna
Setiap pasangan biasanya memiliki rutinitas bersama. Namun, rutinitas tersebut dapat terasa lebih bermakna jika dilakukan dengan kesadaran untuk membangun koneksi. Lee menyarankan pasangan untuk menciptakan momen kecil yang memungkinkan mereka berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan benar-benar hadir satu sama lain. Contohnya termasuk menyalakan lilin sebelum makan malam, memasak makanan yang mengingatkan pada kenangan tertentu, atau melakukan latihan mindfulness bersama. Ketika ritual tersebut terkait dengan cerita, pengalaman, atau cara pasangan mengekspresikan kasih sayang, kebiasaan itu akan terasa lebih personal dan lebih mudah dipertahankan.
5. Prioritaskan kedekatan dan keintiman
Keintiman tidak selalu berkaitan dengan hubungan seksual. Ada banyak cara sederhana untuk membangun kedekatan dengan pasangan, seperti menggenggam tangan, memberikan pelukan, mengirim pesan spontan, atau menanyakan tentang hari pasangan. Bijraj menyarankan pasangan untuk meluangkan waktu berbicara tentang hal-hal yang lebih dari sekadar urusan sehari-hari. Mengajukan pertanyaan terbuka, seperti tentang bagian paling menyenangkan dari hari yang telah dilalui, dapat membantu pasangan tetap terhubung secara emosional.