Teknologi

Kasus Hukum Mengancam Putri Bill Gates Terkait Praktik Ilegal di Perusahaannya

Phoebe Gates, putri Bill Gates, terlibat dalam tuduhan praktik ilegal cookie stuffing di startup Phia, yang dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 20 tahun. Perusahaan ini mengklaim baru menyadari...

N
Nathania Gabriella Wardani
16 August 2026 60 pembaca
Phoebe Gates. Foto: Getty Images
Phoebe Gates. Foto: Getty Images

Jakarta - Phoebe Gates, yang merupakan putri dari Bill Gates, kini menghadapi tuduhan terkait praktik ilegal yang dikenal sebagai cookie stuffing di perusahaan rintisannya, Phia, yang bernilai miliaran dolar. Praktik ini dapat berujung pada hukuman penjara federal maksimal selama 20 tahun.

Phia, yang merupakan asisten belanja pribadi digital, didirikan oleh Gates bersama Sophia Kianni, seorang rekan alumnus Stanford. Dalam operasionalnya, mereka diduga telah menanamkan lebih banyak cookie web daripada yang seharusnya, sehingga merugikan mitra ritel dengan mengambil keuntungan sepihak dari penjualan online.

Pernyataan Perusahaan dan Penyelidikan

Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka baru menyadari adanya masalah ini dalam waktu 24 jam terakhir dan berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan teknis yang terjadi. Namun, laporan terbaru dari Bloomberg menyebutkan bahwa para pendiri telah mengetahui adanya manipulasi perhitungan komisi penjualan selama setidaknya tujuh bulan.

Ariel Givner, pendiri sekaligus pengacara utama di Givner Law, mengingatkan bahwa cookie stuffing dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang serius. Ia menyatakan, "Biasanya ini dianggap sebagai penipuan elektronik federal di pengadilan AS. Ada kemungkinan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara ditambah denda atau restitusi."

Juru bicara Phia menjelaskan bahwa fitur yang menyebabkan salah atribusi telah dihapus lebih dari sebulan yang lalu. Mereka menegaskan, "Kami sedang meninjau setiap transaksi, kami berkomitmen penuh dan mulai melakukan pengembalian dana kepada mitra merek akibat salah atribusi yang terjadi."

Dampak Terhadap Pendapatan Perusahaan

Phia, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 30 juta pada tahun 2025 dari berbagai investor termasuk Hailey Bieber dan Kris Jenner, berfungsi sebagai ekstensi browser yang membantu pengguna menemukan kode diskon saat berbelanja online. Namun, saat pembeli menggunakan Phia dan memilih salah satu kode kupon, perangkat lunak tersebut menjatuhkan cookie yang melacak aktivitas di seluruh web untuk menunjukkan kepada pengecer bahwa mereka telah berkontribusi dalam penjualan dan berhak atas komisi.

Namun, Kianni dan Phoebe dilaporkan telah menyadari adanya fitur yang menjatuhkan cookie ke proses checkout, bahkan ketika pengguna tidak menggunakan Phia. Praktik cookie stuffing ini dapat ditelusuri setidaknya sejak bulan Desember pada penjualan di beberapa retailer besar, termasuk Nike dan Nordstrom, dan tampaknya menjadi penyumbang utama pendapatan Phia.

Setelah Phia menonaktifkan fitur tersebut pada bulan Juli, pendapatan harian rata-rata perusahaan mengalami penurunan drastis dari sekitar USD 80.000 menjadi antara USD 10.000 hingga USD 28.000. Menurut analisis Bloomberg, pada bulan Juni, cookie stuffing menyumbang sekitar 51% dari nilai barang yang diklaim sebagai hasil penjualan oleh Phia.

Juru bicara Phia menanggapi penurunan pendapatan yang tajam tersebut dengan menyatakan bahwa sebagian besar disebabkan oleh penonaktifan upaya monetisasi mereka saat itu, bukan hanya karena praktik cookie stuffing, dan bahwa analisis Bloomberg dianggap terlalu dibesar-besarkan.

Artikel Terkait