Chris Espinosa, yang direkrut oleh Steve Jobs pada usia 14 tahun, menjadi satu-satunya karyawan Apple yang terus bekerja selama setengah abad sejarah perusahaan tersebut. Apple merayakan ulang tahunnya yang ke-50 pada 1 April, yang dimulai pada tahun 1976 ketika Steve Jobs dan Steve Wozniak mendirikan Apple Computer di garasi milik Jobs di Cupertino, California, AS.
Selama lima dekade, Apple telah berkembang menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia dengan nilai pasar mendekati USD 4 triliun, laba tahunan yang melebihi USD 100 miliar, dan 2,5 miliar perangkat yang digunakan di seluruh dunia. Espinosa, kini berusia 64 tahun dan merupakan karyawan kedelapan di Apple, menyaksikan langsung perjalanan luar biasa perusahaan ini.
Awal Karir di Apple
Espinosa menceritakan, "Itu adalah masa yang penuh dengan harapan besar sekaligus kekhawatiran luar biasa. Punya ide hebat, memulai perusahaan, lalu gagal menemukan pelanggan dan bangkrut, atau tidak mampu mengelola pertumbuhan dan berujung bangkrut, itu sudah menjadi aturan main lumrah saat itu."
Pada tahun 1976, Espinosa bertemu Jobs di Byte Shop, sebuah toko komputer di California. Di situlah ia direkrut untuk menulis perangkat lunak bagi Apple II menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Produk tersebut kemudian menjadi salah satu komputer pribadi pertama yang banyak diadopsi. "Saat itu sungguh sangat menyenangkan, karena itulah masa di mana orang-orang baru mulai membangun seluruh industri ini dari nol," ungkapnya.
Perjalanan dan Tantangan
Dari tahun 1978 hingga 1981, Espinosa sempat menghentikan pekerjaan penuh waktunya di Apple untuk melanjutkan pendidikan di University of California, Berkeley. Namun, ia tetap bekerja paruh waktu, termasuk menulis manual pengguna setebal lebih dari 200 halaman untuk Apple II. Pada tahun 1981, Jobs membujuknya untuk kembali bekerja penuh waktu.
Pada tahun 1985, Jobs meninggalkan Apple setelah berselisih dengan pimpinan perusahaan dan CEO saat itu, John Sculley. Kepergian Jobs memicu periode sulit bagi Apple, di mana perusahaan mengalami beberapa kali pemutusan hubungan kerja. Meskipun demikian, Espinosa tetap dipertahankan. Manajernya menjelaskan bahwa masa kerjanya yang panjang membuat biaya pesangon terlalu mahal bagi perusahaan.
Espinosa mengungkapkan, "Saya sempat bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan, karena saya tidak punya gelar sarjana dan hanya pernah bekerja di satu perusahaan. Namun saya sudah ada di sini sejak kami pertama kali menyalakan lampunya. Mungkin sebaiknya saya tetap di sini sampai kami memadamkannya."
Dia menandai tahun 1997 sebagai titik balik ketika Jobs kembali ke Apple. Saat ini, Espinosa bekerja di bagian sistem operasi untuk Apple TV. Saham yang diberikan Wozniak padanya tak lama setelah Apple go public pada tahun 1980 kini bernilai hampir USD 57.000 per lembar, yang jika ditotal mencapai USD 114 juta.