Kesehatan

Joheirry Mola, Jurnalis yang Dinobatkan sebagai Miss World 2026

Joheirry Mola, wakil dari Republik Dominika, resmi dinobatkan sebagai Miss World 2026 pada malam puncak yang berlangsung di Nha Trang, Vietnam. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi negaranya y...

L
Luthfi Zaki Maulana
08 September 2026 24 pembaca
Joheirry Mola, Jurnalis yang Dinobatkan sebagai Miss World 2026
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Ajang kecantikan bergengsi Miss World 2026 telah menemukan pemenangnya. Pada malam penobatan yang diadakan di Nha Trang, Vietnam, pada Sabtu (5/9/2026), Joheirry Mola dari Republik Dominika berhasil meraih gelar tersebut. Perempuan berusia 24 tahun ini mengalahkan ratusan kontestan dari berbagai negara dan melanjutkan prestasi pemenang sebelumnya, Opal Suchata Chuangsri dari Thailand.

Organisasi Miss World menyatakan bahwa Mola memiliki moto hidup yang ia pegang dalam setiap aktivitas sosialnya. "Hadiah terbaik yang bisa kamu berikan adalah kesempatan yang dulu sangat kamu butuhkan untuk tumbuh, melangkah maju, dan mengubah hidupmu," ungkap Mola.

Profil Joheirry Mola

Joheirry Mola bukan hanya sekadar wajah cantik di atas panggung. Ia adalah seorang pendidik dan model profesional yang lulus dari program studi Business Management and Administration di Universidad Iberoamericana. Selain berkompetisi di ajang kecantikan, Mola juga aktif sebagai pengajar mata pelajaran Sastra dan Ilmu Sosial dalam bahasa Inggris. Selain itu, ia juga berkarir di dunia jurnalistik sebagai koresponden untuk program Ventana a Quisqueya di Univision New York, di mana ia membahas budaya lokal dan isu-isu sosial yang relevan.

Dedikasi dalam Pendidikan dan Inisiatif Sosial

Kemenangan Mola di ajang ini tidak hanya didasarkan pada penampilannya, tetapi juga pada dedikasinya terhadap pendidikan. Ia adalah pendiri dan presiden Voices of Tomorrow, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak di komunitas yang kurang beruntung. Mola percaya bahwa kemampuan berbahasa Inggris dapat membuka banyak peluang bagi generasi muda. "Proyek ini didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak kita berhak mendapatkan jauh lebih banyak daripada sekadar hal-hal dasar," ujarnya. "Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang membangun inklusi, kepercayaan diri, dan fondasi yang kuat untuk masa depan," tambahnya.

Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Republik Dominika, karena ini adalah kali kedua negara tersebut meraih gelar Miss World setelah 44 tahun. Kemenangan pertama mereka terjadi pada tahun 1982 ketika Mariasela Álvarez menjadi Miss World. Joheirry Mola berhasil membuktikan kemampuannya dengan bersaing melawan 110 peserta lainnya, termasuk memenangkan tantangan Top Model untuk wilayah Amerika dan Karibia, yang membawanya ke posisi 40 besar.

Dengan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, Mola akhirnya dinyatakan sebagai pemenang, menandai kembalinya gelar Miss World ke Republik Dominika setelah lebih dari empat dekade.

Artikel Terkait