Seniman avant-garde Jepang, Yayoi Kusama, meninggal dunia pada usia 97 tahun pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Yayoi Kusama Museum dan Yayoi Kusama Foundation pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kepergian Kusama meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia seni, namun pengaruhnya juga meluas ke ranah fashion, di mana ia mengintegrasikan bahasa visual khasnya ke dalam berbagai busana dan aksesori.
Awal Karir di Dunia Fashion
Sebelum berkolaborasi dengan rumah mode Louis Vuitton, Kusama telah terlibat dalam desain busana avant-garde di New York pada tahun 1960-an. Salah satu karya awalnya adalah koleksi dari Kusama Fashion Company Ltd, di mana ia menciptakan pakaian dengan desain yang tidak biasa untuk zamannya. Beberapa potongan busananya memiliki lubang dan bentuk yang unik, sementara yang lainnya menampilkan motif yang terinspirasi oleh estetika khasnya. Koleksi ini dijual melalui Kusama Corner di Bloomingdale's, dan dokumentasi dari National Gallery of Victoria mencatat berbagai aktivitas fashion Kusama pada tahun 1968, termasuk pertunjukan di studio New York.
Motif Polkadot yang Ikonik
Motif polkadot menjadi salah satu elemen visual paling dikenal dari karya Kusama. Polkadot tidak hanya muncul dalam lukisan dan instalasi, tetapi juga diterapkan pada berbagai produk fashion. Menurut Kusama, pengulangan titik-titik menciptakan kesan tanpa batas dan berhubungan dengan gagasan tentang penghilangan diri. Ketika diterapkan dalam fashion, motif ini membuat pakaian dan aksesori menjadi sangat khas, sehingga polkadot Kusama menjadi salah satu elemen yang paling banyak diasosiasikan dengan namanya.
Kolaborasi dengan KDDI dan Louis Vuitton
Pada tahun 2009, Kusama berkolaborasi dengan perusahaan teknologi Jepang, KDDI, melalui merek iida, menciptakan sejumlah edisi artistik untuk ponsel, termasuk Handbag for Space Travel dan Dots Obsession. Karya-karya ini menunjukkan bagaimana Kusama memperluas gagasan fashion ke dalam benda sehari-hari. Salah satu momen paling signifikan dalam perjalanan fashion Kusama terjadi pada tahun 2012 ketika ia bekerja sama dengan Louis Vuitton. Kolaborasi ini dimulai setelah Marc Jacobs, yang saat itu menjabat sebagai direktur kreatif Louis Vuitton, mengunjungi studio Kusama di Jepang pada tahun 2006. Keduanya kemudian menerjemahkan karya Kusama ke dalam koleksi fashion dan aksesori yang menampilkan motif polkadot khasnya.
Pumpkin Bag yang Mencuri Perhatian
Salah satu karya paling mencolok dari kolaborasi dengan Louis Vuitton adalah Pumpkin Bag. Tas ini dirancang menyerupai labu tiga dimensi yang merupakan salah satu objek ikonik dalam karya Kusama. Versi Louis Vuitton menampilkan bentuk labu kuning dengan desain membulat dan batang di bagian atas, sambil tetap mempertahankan identitas rumah mode melalui penggunaan monogram Louis Vuitton. Popularitas Pumpkin Bag terbukti saat sebuah edisi terbatas terjual seharga 151.200 dollar AS dalam lelang Christie's pada tahun 2024, yang mencatatkan rekor untuk tas Louis Vuitton pada saat itu.