Kegiatan menciptakan satu sampel pakaian bukanlah hal yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Proses ini menjadi lebih kompleks ketika desain masih dalam tahap eksplorasi, di mana perubahan pada warna, bahan, atau tampilan busana dapat memerlukan pengulangan dalam tahap sampling. Untuk itu, label Two Stitches berupaya untuk mengoptimalkan tahap ini dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini digunakan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan desain sebelum diwujudkan dalam bentuk sampel fisik. Penggunaan AI ini muncul dari kebutuhan Two Stitches saat bekerja sama dengan dua kreator dari lokasi yang berbeda.
Kolaborasi Kreatif di Dua Lokasi
Jonathan Andy Tan, perancang busana dari Two Stitches, mengungkapkan bahwa mereka berkolaborasi dengan Fuad Machmud, seorang seniman grafis asal Bali, dan Don Aretino, seorang perancang busana dari Berlin. "Yang pertama Fuad Mahmud, dia seniman grafis dari Bali. Satu lagi ada Don Arentino, dia adalah perancang busana dari Berlin," jelas Andy dalam sesi konferensi pers "Mind, Thread, Vision With Gemini, In Craft" yang berlangsung di Jakarta.
Setelah kolaborasi tersebut, mereka memasuki tahap sampling untuk menentukan berbagai elemen rancangan. Menurut Andy, penting bagi mereka untuk mengeksplorasi bahan yang sesuai, desain yang diinginkan, serta warna yang tepat. "Dalam proses sampel, kita ingin tahu kira-kira kain yang bagus seperti apa, desain yang kita suka atau warnanya seperti apa yang cocok," tambahnya.
Proses Digital yang Efisien
Di tahap ini, Gemini digunakan untuk membantu menciptakan visual melalui Canvas. Dengan melihat kemungkinan rancangan secara visual terlebih dahulu, eksplorasi dapat dilakukan tanpa harus langsung membuat sampel fisik. "Jadi dengan adanya workshop dari Gemini itu lumayan membantu kita membuat visual buat Canvas itu. Jadi kita bisa tinggal memasukkan input," ungkap Andy.
Proses ini tidak dimulai dari AI, melainkan dari gambar tangan yang dibuat secara manual. Andy menjelaskan bahwa ide awal digambar di atas kertas, kemudian materi referensi tersebut dimasukkan ke Canvas untuk pengembangan lebih lanjut. "Jadi awalnya kita dari hand drawing dulu, dari kertas. Lalu kita foto dan video dari program yang kita suka. Lalu kita baru taruh itu masuk ke prompt, si website Canvas," jelasnya.
Setelah rancangan dimasukkan ke Canvas, perubahan pada elemen busana dapat dilakukan dengan lebih mudah. Andy menambahkan bahwa mereka dapat mencoba berbagai pilihan warna dan bahan tanpa perlu membuat sampel baru untuk setiap alternatif. "Saya ingin mengganti warna, saya ingin mengganti bahan, itu saya tinggal pilih-pilih saja. Terus saya tinggal putar, kasih model kainnya," katanya.
Dari berbagai kemungkinan tersebut, mereka dapat membandingkan pilihan yang paling sesuai dengan rancangan. Proses digital ini berfungsi sebagai tahap penyaringan sebelum memutuskan opsi yang akan dikembangkan lebih lanjut. "Baru kita bisa memutuskan kira-kira yang kita paling suka yang mana, warnanya dan bahannya yang mana. Itu mereka bantu banget sih," tambahnya.
Pentingnya Ketersediaan Bahan
Namun, efisiensi dalam sampling tidak berarti seluruh keputusan diserahkan kepada AI. Two Stitches tetap mempertimbangkan ketersediaan material yang divisualisasikan agar eksplorasi digital dapat diwujudkan. Andy menjelaskan bahwa timnya melakukan riset mengenai ketersediaan bahan di Indonesia terlebih dahulu. Dengan cara ini, pilihan yang dimasukkan ke dalam prompt tidak hanya menarik secara visual tetapi juga dapat ditemukan saat proses produksi. "Kalau mengenai ketersediaan kain yang ada di Indonesia, memang opsinya tidak terlalu banyak. Tapi sebelumnya kita sudah riset dulu juga soal ketersediaan kain," ujarnya.
Setelah mengetahui pilihan material yang tersedia, Gemini membantu mereka mengeksplorasi penerapan bahan tersebut pada rancangan. Dengan pola kerja ini, AI berfungsi sebagai alat untuk mempersempit pilihan sebelum tahap sampling fisik dilakukan. "AI itu menurut saya adalah cuma perpanjangan tools dari kita," jelas Andy. "Jadi human touch itu yang tidak bisa diganti dari AI," lanjutnya.
Bagi Two Stitches, penggunaan AI dalam sampling bukan hanya tentang mempercepat proses desain, tetapi juga untuk menguji berbagai kemungkinan secara digital. Dengan demikian, keputusan mengenai rancangan, warna, dan bahan dapat dipertimbangkan secara matang sebelum masuk ke tahap pembuatan sampel.