Teknologi

Indonesia Siapkan Pabrik AI 1 GW, Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia akan membangun pabrik AI berkapasitas 1 gigawatt yang diperkirakan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan proyek ini dimulai pada tahun 2027.

K
Kartika Sari Dewi
09 August 2026 48 pembaca
Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Terbesar di Asia Tenggara Foto: Komdigi
Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Terbesar di Asia Tenggara Foto: Komdigi

Jakarta - Indonesia tengah mempersiapkan pembangunan pabrik AI dengan kapasitas mencapai 1 gigawatt (GW), yang diklaim akan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Proyek infrastruktur komputasi AI ini ditargetkan untuk mulai dibangun pada tahun 2027 dan menjadi salah satu pilar dalam ambisi Indonesia untuk menjadi pusat kecerdasan buatan di Asia Tenggara.

Pembangunan pabrik ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, dengan target kapasitas mencapai 1 GW dalam waktu tiga tahun. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan teknologi global terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Komitmen Perusahaan Teknologi Global

Meutya Hafid mengungkapkan, "Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi," seperti yang disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima.

Definisi dan Manfaat AI Factory

AI Factory berbeda dari pusat data tradisional, karena dirancang khusus untuk mengembangkan dan menjalankan layanan kecerdasan buatan dalam skala besar. Fasilitas ini akan mengintegrasikan pusat data yang mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, layanan GPU-as-a-Service, serta sistem pengelolaan beban kerja AI dalam satu ekosistem terpadu.

Pemerintah menilai bahwa pembangunan fasilitas ini akan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai layanan AI di sektor pemerintahan, industri, pendidikan, hingga UMKM. Investasi untuk pembangunan AI Factory diperkirakan sangat besar, dengan estimasi internasional menyebutkan bahwa infrastruktur AI end-to-end dapat memerlukan sekitar USD 50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi. Dengan target kapasitas 1.000 MW atau 1 GW, proyek ini berpotensi menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar di Asia Tenggara.

Rencana Pembangunan di Batang

Pembangunan tahap pertama pabrik AI dijadwalkan dimulai pada paruh pertama tahun 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 MW yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW. Meutya menjelaskan bahwa rencana pembangunan ini telah dipersiapkan selama beberapa tahun dan kini memasuki tahap implementasi.

"Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik," tambahnya.

Inovasi dan Model Bahasa Besar

Selain membangun kapasitas komputasi, AI Factory juga akan menjadi rumah bagi Sahabat-AI, model bahasa besar open-source Indonesia yang memiliki 70 miliar parameter. Model ini akan mendukung berbagai bahasa daerah, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, hingga Batak. Platform ini juga akan menyediakan layanan Token-as-a-Service, sehingga akses terhadap komputasi AI menjadi lebih terjangkau bagi pelaku usaha, pengembang aplikasi, kementerian, lembaga, dan UMKM.

Meutya menekankan bahwa yang dibangun bukan sekadar pusat data berkapasitas besar, melainkan fondasi ekosistem AI nasional yang terintegrasi. "Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor. Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan," jelasnya.

Pabrik GPU Pertama Indonesia

Selain itu, pemerintah juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia di Cikarang masih berlangsung dan ditargetkan untuk mulai beroperasi pada bulan Desember mendatang. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat melengkapi rantai pasok industri AI nasional, mulai dari manufaktur perangkat hingga penyediaan kapasitas komputasi.

Meutya menambahkan bahwa kombinasi infrastruktur digital, ketersediaan energi, pasar domestik yang besar, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi modal utama bagi Indonesia untuk berkembang sebagai pusat pengembangan AI di kawasan. "Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan. Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Artikel Terkait