Teknologi

Indonesia Siap Produksi GPU Sendiri, Target Mulai Desember 2026

PT Infra Fiber Teknologi (IFT) berencana untuk memproduksi unit prosesor grafis (GPU) di Indonesia, menandai langkah penting dalam pengembangan infrastruktur digital. Produksi diharapkan dimulai pada...

J
Jonathan Michael Saputra
27 August 2026 56 pembaca
Indonesia Bakal Rakit GPU Dalam Negeri, Target Produksi Desember. Foto: Aisyah Kamaliah
Indonesia Bakal Rakit GPU Dalam Negeri, Target Produksi Desember. Foto: Aisyah Kamaliah

Jakarta - PT Infra Fiber Teknologi (IFT) akan memulai pembangunan pabrik untuk memproduksi graphics processor unit (GPU) sebagai bagian dari upaya menciptakan infrastruktur digital superhighway. Langkah ini menjadikan IFT sebagai pelopor dalam industri semikonduktor di Indonesia, mengikuti jejak Malaysia yang telah lebih dahulu memiliki fasilitas serupa.

Aryo Djojohadikusumo, Deputy CEO dan COO Arsari Group, menyatakan bahwa IFT tidak ingin hanya berfokus pada bisnis kabel fiberoptik atau infrastruktur digital yang bersifat fisik. "Sudah waktunya kita sekarang masuk di manufacturing assembly yang ada di Indonesia dan pada hari ini juga kita akan mengumumkan bahwa akhir tahun ini, bulan Desember 2026, kami dari IFT akan mulai manufacturing GPU assembly di Indonesia tahun ini juga," ujarnya dalam acara 'Press Conference RAIA Grid' pada Rabu (26/8/2026).

Komitmen untuk Aksi Nyata

Aryo menekankan pentingnya tindakan nyata dalam pengembangan industri ini. "Kita tidak hanya bicara potensi, kita bicara aksi. Kita tidak bicara masa depan, kita bicara hari ini, karena tanpa hari ini tidak ada masa depan," tambahnya.

Hendra Purnama, Director of Finance RAIA Grid, menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang dalam proses pencarian lokasi untuk pabrik. Mereka berencana untuk mencari bangunan yang sudah ada agar hanya perlu dilakukan renovasi. "Nah dengan renovasi mungkin cukup waktu sekitar 2,5 bulan. Nah, dengan 2,5 bulan atau 3 bulan itu, kita tempat sudah available dan kita sudah mulai memproduksi. Jadi diharapkan di Desember produksi pertama terbuka," ungkapnya.

Tingginya Permintaan GPU

Hendra juga mengungkapkan bahwa permintaan terhadap GPU sangat tinggi, terutama dari sektor data center. Ia menekankan bahwa tanpa GPU, data center hanya akan menjadi properti yang dingin. "Globally, kekurangan dari GPU itu sendiri. Kebanyakan akan ambil, seperti dari Penang, Malaysia, juga mungkin dari US. Kita harapkan di Desember kita sudah bisa mulai produksi," tegasnya.

Diperkirakan bahwa pada bulan Januari, produksi GPU akan mencapai kapasitas penuh dengan jumlah sekitar 140 hingga 150 unit per bulan. Hendra menambahkan bahwa sudah banyak pemesan yang menunggu produk GPU lokal mereka. "Kita sudah ada kontrak sampai 5 tahun ke depan untuk membeli setiap produk yang kita produksi," tutupnya.

Artikel Terkait