Jakarta - Indonesia telah resmi menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), yang merupakan organisasi internasional yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan pengelolaan kecerdasan buatan (AI). Penandatanganan pendirian WAICO berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026, di mana Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memimpin delegasi pemerintah Indonesia.
Pendirian WAICO juga mendapat dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang ditunjukkan dengan kehadiran Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dalam acara tersebut.
Tujuan dan Manfaat WAICO
WAICO dibentuk sebagai organisasi antarpemerintah yang independen dan nirlaba di bawah naungan PBB. Organisasi ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama global dalam mendorong inovasi di bidang kecerdasan buatan, serta memastikan bahwa pengembangan teknologi ini dilakukan secara terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi semua negara.
WAICO tidak hanya berfungsi sebagai wadah kolaborasi, tetapi juga akan memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses terhadap teknologi AI, memperkuat koordinasi strategi pengembangan AI antarnegara, dan mendorong penyusunan tata kelola serta etika AI di tingkat internasional.
Peluang bagi Indonesia
Keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri diharapkan membuka peluang bagi partisipasi yang lebih aktif dalam penentuan arah kebijakan AI global, serta memperluas kerja sama internasional di bidang teknologi, investasi, riset, dan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan. Pemerintah juga melihat kehadiran WAICO sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital di dalam negeri.
Organisasi ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam pengembangan ekonomi digital yang ditargetkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia melalui peningkatan investasi dan pengembangan sektor-sektor berbasis teknologi yang bernilai tambah tinggi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam WAICO merupakan momen penting untuk memperkuat tata kelola AI nasional agar sejalan dengan praktik terbaik di tingkat internasional. "Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab," ungkap Angga.
Setelah penandatanganan pendirian organisasi, delegasi Indonesia dijadwalkan untuk mengikuti Sesi Persiapan Informal tentang Pendirian WAICO pada 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Angga Raka Prabowo sebagai ketua delegasi Indonesia dan menjadi forum awal untuk membahas langkah-langkah operasional organisasi serta peluang kerja sama antarnegara dalam bidang kecerdasan buatan.
Selain Indonesia, terdapat 28 negara lainnya yang juga menjadi pendiri WAICO, termasuk China, Brasil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Serbia, Kenya, Ethiopia, Venezuela, Zambia, dan beberapa negara berkembang lainnya.