Lifestyle

Hindari Kebiasaan Mengecek Ponsel Setelah Bangun Tidur, Ini Penjelasan Dokter Mengenai Dampaknya

Kebiasaan langsung menggunakan ponsel setelah bangun tidur dapat mengganggu proses transisi otak dari tidur ke keadaan aktif. Seorang terapis menjelaskan pentingnya memberi waktu bagi otak untuk berad...

M
Mikayla Rahmadani
16 May 2026 14 pembaca
Hindari Kebiasaan Mengecek Ponsel Setelah Bangun Tidur, Ini Penjelasan Dokter Mengenai Dampaknya
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Pernahkah Anda bangun di pagi hari dan langsung meraih ponsel untuk mengecek notifikasi atau membaca pesan? Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa disadari. Dr. Roshan Mansukhani, seorang terapis musik dan konselor dari Mumbai, mengungkapkan bahwa otak memerlukan waktu untuk beralih dari kondisi istirahat ke kesiapan penuh untuk beraktivitas. “Bahkan mesin mobil pun butuh waktu untuk memanas sebelum dikendarai. Kita juga punya mesin bernama pikiran yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, bukan kejutan saat baru bangun,” jelasnya.

Proses Transisi Otak Setelah Tidur

Ketika seseorang terbangun, tubuh masih berada dalam fase transisi. Otak baru saja keluar dari kondisi tidur yang dalam dan memerlukan beberapa menit untuk sepenuhnya aktif. Pada fase ini, otak sedang beradaptasi agar dapat memproses informasi dengan baik. Jika seseorang langsung membuka ponsel, otak akan menerima berbagai rangsangan sekaligus, mulai dari notifikasi pekerjaan, berita, hingga konten media sosial yang dapat memicu emosi tertentu. Menurut Mansukhani, kondisi ini dapat menyebabkan otak mengalami kejutan mendadak. “Ketika kita langsung menggunakan ponsel, kita sedang mengguncang pikiran dan menambah bahan bakar pada kebiasaan adiktif itu,” tuturnya.

Dampak Stres dan Kecemasan Sejak Pagi

Salah satu alasan mengapa sebaiknya tidak langsung membuka ponsel setelah bangun tidur adalah risiko kelebihan informasi. Begitu layar menyala, otak akan dibanjiri dengan berbagai informasi, yang belum tentu semuanya positif. Misalnya, email mendesak, berita negatif, atau postingan media sosial yang dapat menimbulkan kecemasan. Semua ini bisa memicu respons stres bahkan sebelum hari dimulai. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam mode siaga tinggi, yang dikenal sebagai hyper-vigilance, di mana otak terus waspada secara berlebihan. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, dapat meningkatkan ketegangan emosional sepanjang hari.

Alih-alih merasa segar setelah tidur, seseorang justru bisa merasa cemas, terbebani, atau sulit berkonsentrasi. Selain itu, membuka ponsel di pagi hari juga dapat memperkuat ketergantungan terhadap perangkat tersebut. Ketika aktivitas pertama di pagi hari adalah mengecek layar, otak mulai mengasosiasikan rasa “siap memulai hari” dengan stimulasi digital. Seiring waktu, seseorang akan merasa ada yang kurang jika belum membuka ponsel. Mansukhani menyatakan bahwa ketergantungan ini perlahan menjauhkan manusia dari interaksi nyata. “Ponsel telah menciptakan ruang yang membuat kita kecanduan. Gawai menjauhkan kita dari manusia yang nyata,” ungkapnya.

Pentingnya Rutinitas Pagi yang Tenang

Para ahli merekomendasikan agar memberikan jeda setidaknya 15 menit setelah bangun sebelum menyentuh ponsel. Waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sederhana yang menenangkan, seperti duduk diam sejenak, menarik napas dalam, melakukan stretching ringan, minum air putih, atau menikmati suasana pagi tanpa gangguan digital. Mansukhani menekankan pentingnya memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk memproses hari yang akan dijalani. “Saat bangun setelah tidur nyenyak, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memproses hari yang ada di depan. Mereka butuh jeda,” ujarnya.

Rutinitas pagi yang penuh kesadaran dapat membantu meningkatkan kejernihan berpikir sekaligus menciptakan suasana hati yang lebih stabil. Bangun tidur bukan hanya sekadar membuka mata; ada proses biologis yang berlangsung saat tubuh beralih dari mode istirahat ke mode aktif. Memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri adalah bentuk penghormatan terhadap ritme alaminya. “Meluangkan 15 menit untuk diri sendiri adalah bentuk menghormati tubuh kita,” tambahnya. Kebiasaan sederhana seperti menikmati secangkir teh, membuka jendela untuk menghirup udara segar, atau sekadar duduk tenang dapat memberikan dampak positif bagi keseimbangan emosi.

Artikel Terkait