Jakarta - Meskipun tingkat adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan individu cukup tinggi, hal ini tidak sejalan dengan kesiapan sektor industri di Indonesia. Sebuah laporan terbaru yang disusun oleh SEAPPI bersama OpenAI dan AWS menunjukkan bahwa hanya 10% perusahaan di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan AI secara penuh dalam operasional mereka.
Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa 57% pelaku usaha mengeluhkan kurangnya keterampilan dan talenta digital sebagai hambatan utama dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis sehari-hari mereka.
Empat Sektor yang Menjadi Prioritas untuk Integrasi AI
Untuk mengatasi kesenjangan kapabilitas di tingkat organisasi dan industri, laporan ini merekomendasikan empat sektor strategis sebagai langkah awal dalam akselerasi pemanfaatan AI di Indonesia:
- Sektor Publik: Meningkatkan akses terhadap perangkat AI untuk lembaga pemerintah dengan dukungan mekanisme pengadaan yang terstandarisasi dan panduan tata kelola yang jelas.
- Sektor Pendidikan: Mempercepat adopsi tutor AI yang terintegrasi di perguruan tinggi, seperti yang telah dilakukan di Universitas Terbuka untuk 100.000 mahasiswa di 500 kelas, serta memberikan pelatihan bagi tenaga pendidik.
- Sektor Kesehatan: Mendorong penggunaan AI untuk membantu analisis medis, seperti dalam pemeriksaan rontgen TBC, serta mengurangi beban administratif bagi tenaga kesehatan.
- Sektor Jasa Keuangan: Mengimplementasikan panduan tata kelola AI dari OJK untuk lembaga keuangan skala menengah-kecil dan daerah secara terkelola.
Komitmen Pemerintah untuk Menjadi Pusat AI di ASEAN
Menanggapi hasil temuan tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat aplikasi AI di kawasan ASEAN. Edwin menyatakan, "White paper ini menjadi rujukan penting untuk melihat kesiapan Indonesia melangkah dari adopsi AI menuju pemanfaatan yang lebih mendalam. Hal ini sejalan dengan prioritas Indonesia memperkuat posisi sebagai pusat aplikasi AI di ASEAN," dalam acara yang bertajuk From AI Adoption to AI Advantage: Indonesia's Next Growth Opportunity, yang diadakan oleh OpenAI di Jakarta.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemkomdigi akan fokus pada penguatan kapasitas komputasi nasional, mendorong transfer dan pengembangan teknologi bersama, serta membuka peluang investasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.