Teknologi

Google Investasi Rp 4,7 Triliun untuk Proyek Sel Virtual Bersama Meta

Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs menginvestasikan USD 300 juta untuk proyek pengembangan "sel virtual" yang dipimpin oleh Biohub, sebuah organisasi riset biomedis.

N
Nathania Gabriella Wardani
09 October 2026 53 pembaca
Google Suntik Dana Rp 4,7 Triliun ke Proyek Bos Meta Foto: Getty Images for The Met Museum//Cindy Ord/MG26
Google Suntik Dana Rp 4,7 Triliun ke Proyek Bos Meta Foto: Getty Images for The Met Museum//Cindy Ord/MG26

Google DeepMind, Meta, dan startup Isomorphic Labs telah resmi menginvestasikan sebesar USD 300 juta, setara dengan Rp 4,7 triliun, untuk proyek pengembangan yang dikenal sebagai "sel virtual". Proyek ini dipimpin oleh Biohub, sebuah organisasi riset biomedis nirlaba yang didirikan oleh Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan. Inisiatif ini merupakan bagian dari megaproyek "Virtual Biology" yang memiliki total anggaran sebesar USD 1,8 miliar, bertujuan untuk membangun basis data biologis yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Tujuan Proyek Sel Virtual

Proyek ini dirancang untuk memungkinkan para peneliti dalam memprediksi, mensimulasikan, dan melakukan berbagai eksperimen biologis secara digital, dengan harapan dapat mempercepat proses penemuan obat dan penanganan penyakit. Biohub, yang didirikan pada tahun 2016, berfokus pada pengembangan model prediktif sel dengan akurasi tinggi, yang memungkinkan simulasi eksperimen laboratorium secara digital untuk meningkatkan efisiensi penelitian biologi.

Dukungan dari Pemerintah dan Sektor Teknologi

Pendanaan dan sumber daya untuk pengembangan infrastruktur ini juga didukung oleh pemerintah Amerika Serikat. Departemen Energi AS (DoE) telah mengalokasikan lebih dari USD 500 juta selama lima tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan penelitian. Selain itu, National Institutes of Health (NIH) turut berkontribusi dengan menyediakan repositori data dan kumpulan data biologis yang dihasilkan dari investasi federal sebelumnya.

Alex Rives, Kepala Ilmu di Biohub, menekankan bahwa kehadiran sel virtual akan merevolusi penelitian medis secara global. "Model biologis prediktif yang akurat dapat secara dramatis mempercepat penemuan ilmiah dengan memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen secara digital. Pembuatan sel virtual adalah salah satu tantangan terpenting bagi era sains berikutnya, yang membutuhkan upaya kolaborasi data secara terkoordinasi di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya. Dengan integrasi model AI dan dataset seluler berskala besar, para ilmuwan diharapkan dapat mensimulasikan respons sel terhadap infeksi dan formulasi obat baru dalam waktu singkat di laboratorium virtual.

Artikel Terkait