Teknologi

Gangguan Jaringan Terjadi di 200 BTS Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Gempa berkekuatan 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 200 base transceiver station (BTS) mengalami gangguan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus melakukan pemantauan da...

N
Nathania Gabriella Wardani
17 August 2026 67 pembaca
Suasana kerusakan di Mangarai Barat akibat gempa Sabtu (15/8/2026) (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Suasana kerusakan di Mangarai Barat akibat gempa Sabtu (15/8/2026) (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

Gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan gangguan pada 200 site atau base transceiver station (BTS). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan bahwa pemantauan serta upaya pemulihan jaringan telekomunikasi sedang berlangsung bersama para operator seluler.

Peristiwa gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA (04.58 WIB), dengan pusat gempa terletak di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan pemantauan dari operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di NTT.

Persentase Gangguan pada BTS

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa "Sebanyak 16,35 % BTS di wilayah yang teridentifikasi, terdampak mengalami gangguan." Ia juga menambahkan bahwa Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan bahwa gangguan dapat segera diatasi. "Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan," imbuhnya.

Operator Seluler yang Terdampak

Dari hasil pemantauan sementara, tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan di sejumlah wilayah. Pada jaringan Telkomsel, beberapa BTS mengalami gangguan akibat terputusnya pasokan listrik di daerah yang terdampak. XLsmart juga melaporkan adanya gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa. Sementara itu, Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis.

Selain masalah pasokan listrik, koordinasi dengan operator telekomunikasi menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi akibat gempa bumi. Rincian kondisi infrastruktur telekomunikasi di masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Sikka: 51 site/BTS terdampak dari 192 BTS eksisting atau 26,56%
  • Kabupaten Ende: 31 site/BTS terdampak dari 118 BTS eksisting atau 26,27%
  • Kabupaten Flores Timur: 26 site/BTS terdampak dari 161 BTS eksisting atau 16,15%
  • Kabupaten Manggarai: 22 site/BTS terdampak dari 150 BTS eksisting atau 14,67%
  • Kabupaten Manggarai Barat: 17 site/BTS terdampak dari 141 BTS eksisting atau 12,06%
  • Kabupaten Manggarai Timur: 16 site/BTS terdampak dari 80 BTS eksisting atau 20,00%
  • Kabupaten Ngada: 13 site/BTS terdampak dari 101 BTS eksisting atau 12,87%
  • Kabupaten Nagekeo: 11 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07%
  • Kabupaten Lembata: 10 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 13,70%
  • Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 site/BTS terdampak dari 134 BTS eksisting atau 2,24%

Secara keseluruhan, jumlah BTS yang terdampak paling banyak berada di Kabupaten Sikka dengan 51 site, diikuti oleh Kabupaten Ende dengan 31 site, dan Kabupaten Flores Timur dengan 26 site. Hingga pukul 07.00 WITA, sebanyak 200 site terdampak gempa dan saat ini sedang dalam proses pemulihan.

Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi terus memperbarui informasi mengenai kondisi jaringan melalui dashboard monitoring. Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi. Wayan menyatakan, "Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan."

Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana. Proses pemulihan layanan telekomunikasi dan perkembangan kondisi jaringan akan terus dipantau secara berkala dan diperbarui sesuai situasi di lapangan.

Artikel Terkait