KOMPAS.com - Mempertahankan kekuatan lutut menjadi sangat krusial untuk mendukung berbagai aktivitas harian, seperti berjalan turun tangga atau bangkit dari duduk. Seiring bertambahnya usia, massa otot tubuh manusia akan berkurang secara alami, kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia. Penurunan massa otot ini biasanya dimulai pada usia 30-an dan semakin cepat terjadi saat memasuki usia 60 tahun. Oleh karena itu, penting untuk membangun dan menjaga kekuatan sendi lutut agar tetap dapat bergerak dengan bebas, mandiri, dan menghindari cedera serius di masa tua.
Menurut dr. Dustin DebRoy, manajer pendidikan dan hubungan kiropraktik di The Joint Chiropractic, kekuatan dan stabilitas lutut dalam jangka panjang sangat bergantung pada latihan yang konsisten dan efektif. Meskipun penggunaan resistance band dapat membantu dalam rutinitas olahraga, alat tersebut tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk membangun kekuatan otot yang berkelanjutan. Oleh karena itu, terdapat beberapa gerakan yang bisa dilakukan tanpa alat bantu untuk memperkuat otot lutut.
Gerakan pertama adalah squat, yang efektif untuk memperkuat otot paha depan, gluteus, dan paha belakang secara bersamaan. Latihan ini meningkatkan stabilitas lutut dan toleransi beban, sehingga membantu dalam aktivitas sehari-hari seperti duduk dan berdiri. Cara melakukannya adalah dengan berdiri tegak, membuka kaki selebar bahu, dan menekuk lutut serta pinggul untuk menurunkan tubuh hingga paha sejajar dengan lantai sebelum kembali berdiri.
Selanjutnya, lunges berfokus pada satu kaki dan membantu tubuh menjaga keseimbangan dinamis. Latihan ini membangun kekuatan dan kontrol pada satu kaki, yang sangat berguna saat beraktivitas seperti berjalan dan menaiki tangga. Untuk melakukannya, berdirilah tegak dengan kaki sejajar pinggul, langkah satu kaki ke depan, dan turunkan tubuh hingga kedua kaki membentuk sudut 90 derajat.
Gerakan jump squats merupakan latihan eksplosif yang melatih lutut untuk menyerap benturan dengan aman. Latihan ini meningkatkan kemampuan lutut dalam menangani gerakan cepat dan beban berulang. Cara melakukannya adalah dengan berdiri tegak, menurunkan badan ke posisi jongkok, melompat sambil mengangkat tangan ke atas, dan mendarat perlahan kembali ke posisi jongkok.
Terakhir, cyclist squats memberikan beban lebih besar pada otot paha depan, yang penting untuk kekuatan ekstensi lutut. Latihan ini membantu lutut menoleransi posisi beban depan, seperti saat jongkok atau menaiki tangga. Untuk melakukannya, berdirilah dengan kaki selebar pinggul, tekuk lutut untuk jongkok, dan pastikan posisi tubuh tetap tegak saat menurunkan badan.
Dengan melakukan latihan-latihan ini secara rutin, diharapkan kekuatan sendi lutut dapat terjaga, sehingga memudahkan aktivitas sehari-hari di usia senja. Perkembangan lebih lanjut mengenai kesehatan sendi lutut dan latihan yang tepat akan terus dipantau.