Teknologi

Ekspansi Besar Nvidia dalam Berbagai Sektor Investasi

Nvidia terus memperluas portofolio investasinya ke berbagai sektor, termasuk telekomunikasi dan infrastruktur cloud, dengan nilai saham yang mencengangkan.

D
Daniel Kristianto
23 August 2026 64 pembaca
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Dokumen terbaru yang diajukan oleh Nvidia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menunjukkan betapa luasnya jangkauan investasi perusahaan teknologi ini. Portofolio mereka kini meliputi jaringan optik, perangkat telekomunikasi, perangkat lunak desain, serta infrastruktur cloud. Beberapa investasi ini telah memberikan hasil yang sangat menguntungkan, termasuk kepemilikan saham di Intel yang kini bernilai hampir USD 25 miliar.

Investasi Strategis di Intel dan SpaceX

Tahun lalu, Nvidia melakukan akuisisi saham Intel senilai USD 5 miliar sebagai bagian dari kemitraan dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Dalam dokumen terbaru, nilai saham tersebut tercatat melonjak drastis menjadi USD 24,9 miliar. Kesepakatan ini bukan hanya sekadar investasi finansial, karena kedua perusahaan ini sedang mengembangkan sistem chip Intel x86 RTX untuk PC yang menggabungkan prosesor Intel dengan grafis dari Nvidia. Mereka juga mengumumkan rencana untuk memproduksi prosesor x86 khusus untuk pusat data Nvidia. Suntikan dana ini memberikan dukungan tambahan bagi Intel di saat yang sulit dan memperkuat hubungan antara kedua perusahaan.

Selain Intel, Nvidia juga melaporkan kepemilikan saham senilai USD 20,9 miliar di SpaceX. Investasi ini sejalan dengan ambisi kecerdasan buatan dari perusahaan antariksa yang dipimpin oleh Elon Musk. xAI, yang berafiliasi dengan SpaceX, sebelumnya telah berkomitmen untuk menggunakan perangkat keras Nvidia secara eksklusif di pusat data AI mereka, baik di Bumi maupun di luar angkasa.

Pergeseran dalam Kepemilikan Saham dan Investasi Baru

Saat aktif melakukan akuisisi saham, Nvidia juga telah melepas seluruh 1,1 juta lembar sahamnya di Arm, yang sebelumnya bernilai USD 178 juta pada Agustus tahun lalu. Meskipun tidak lagi memiliki saham tersebut, perusahaan diperkirakan tetap akan melanjutkan proyek pengembangan CPU berbasis arsitektur Arm. Selain itu, Nvidia menginvestasikan USD 2 miliar ke Coherent, produsen material optik dan semikonduktor, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pusat data Nvidia dengan teknologi co-packaged optics untuk mempercepat transfer data antar prosesor.

Ekspansi Nvidia juga menjangkau sektor infrastruktur telekomunikasi. Pada bulan Oktober lalu, mereka menginvestasikan USD 1 miliar di Nokia untuk mendukung pengembangan jaringan AI-RAN dan transisi menuju konektivitas 6G. Nilai saham Nokia yang dimiliki Nvidia kini telah meningkat menjadi USD 2,2 miliar. Langkah serupa juga dilakukan dengan perusahaan perangkat lunak otomasi desain elektronik, Synopsys, di mana investasi sebesar USD 2 miliar yang dilakukan pada bulan Desember lalu kini bernilai USD 2,15 miliar.

Portofolio Nvidia juga mencakup kepemilikan saham di pelanggan mereka sendiri. Saham Nvidia di penyedia cloud CoreWeave meningkat dari 24,2 juta lembar (senilai USD 3,9 miliar) pada tahun lalu menjadi 47,2 juta lembar yang kini bernilai USD 4,6 miliar. Penambahan ini menunjukkan bahwa Nvidia membeli lebih banyak saham saat harga CoreWeave mengalami penurunan. Sementara itu, kepemilikan saham di perusahaan infrastruktur Nebius tetap di angka 1,19 juta lembar, tetapi nilainya melonjak dari USD 65,8 juta pada 2025 menjadi USD 328,7 juta.

Seluruh langkah agresif ini tidak terlepas dari kondisi keuangan Nvidia yang sangat kuat. Dengan pendapatan kuartalan yang mencapai USD 80 miliar dan laba bersih mendekati USD 60 miliar, Nvidia memiliki kekuatan finansial yang cukup untuk berinvestasi pada perusahaan dan teknologi yang akan mendominasi infrastruktur AI global di masa depan.

Artikel Terkait