Jakarta - PT Artha Telekomindo (Arthatel) bersama Artha Graha Peduli (AGP) mengadakan kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan internet yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab bagi anak-anak di SDN 01 Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak tentang manfaat internet serta risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi digital.
Direktur Komersial PT Artha Telekomindo, Sumiro Oemar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Corporate Social Safety Responsibility (CSSR) yang menunjukkan komitmen Arthatel untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal literasi digital. "Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ICT, kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi dan konektivitas, tetapi juga ikut membangun pemahaman masyarakat agar teknologi dapat digunakan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat menjadi generasi yang cerdas memanfaatkan internet, mampu menjaga data pribadinya, serta menggunakan teknologi untuk belajar dan meraih cita-cita," jelas Sumiro.
Pengenalan Internet dan Risiko Digital
Dalam acara tersebut, anak-anak dikenalkan pada internet sebagai alat untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Selain itu, mereka juga diajak untuk memahami berbagai risiko yang ada di dunia digital, seperti penipuan, berita palsu, cyberbullying, konten yang tidak sesuai, penggunaan game yang berlebihan, serta interaksi dengan orang asing.
Pentingnya menjaga data pribadi juga ditekankan dalam edukasi ini. Anak-anak diajarkan tentang informasi yang perlu dilindungi, termasuk nama lengkap, alamat, nomor telepon, nama sekolah, foto pribadi, dan kata sandi. Materi ini menggambarkan kata sandi sebagai 'kunci' yang harus dijaga untuk melindungi akun digital mereka.
Pengenalan Kecerdasan Buatan (AI)
Selain aspek keamanan digital, kegiatan CSSR Arthatel juga memperkenalkan konsep Artificial Intelligence (AI) dengan cara yang sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Sumiro menjelaskan bahwa AI adalah teknologi yang dapat membantu menjawab pertanyaan, mengenali gambar, menerjemahkan bahasa, dan mendukung proses belajar. Namun, anak-anak diingatkan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti guru atau usaha belajar mereka.
Sumiro menambahkan bahwa kolaborasi dengan Artha Graha Peduli sangat penting untuk memperluas manfaat kegiatan sosial perusahaan kepada masyarakat. "Kolaborasi Arthatel bersama Artha Graha Peduli menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk memberikan dampak sosial yang nyata. Kami ingin edukasi seperti ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menggunakan internet dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Perwakilan Kelurahan Kuningan Barat, Nena Karyati, juga memberikan apresiasi atas edukasi yang diberikan kepada siswa di SDN 01 Kuningan Barat. "Saya mewakili Kelurahan Kuningan Barat, khususnya SDN 01 Kuningan Barat, mengucapkan terima kasih kepada Artha Graha Peduli dan Arthatel atas pelayanan dan edukasi mengenai internet yang sehat, cerdas, aman, dan bertanggung jawab kepada anak-anak. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak sejak usia dini, karena internet memiliki sisi positif maupun negatif yang perlu dipahami dan diwaspadai. Semoga kerja sama dan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," ujarnya.
Dalam sesi interaktif, peserta turut berpartisipasi dalam permainan 'Aman atau Tidak Aman?', yang dirancang untuk menguji pemahaman mereka tentang situasi yang sering dihadapi saat menggunakan internet, seperti berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal atau ketika seseorang meminta informasi pribadi.
Kegiatan ini ditutup dengan 'Janji Anak Indonesia Cerdas Berinternet', yang mengajak anak-anak untuk berkomitmen menggunakan internet untuk belajar, menjaga data pribadi, menghormati orang lain, dan menjadi pengguna internet yang cerdas. Melalui kegiatan CSSR ini, Arthatel berharap literasi digital dapat ditanamkan sejak dini sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif, aman, dan bertanggung jawab.