Dalam upaya meningkatkan keterampilan komunikasi organisasi, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan pelatihan untuk pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Neglasari. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023, dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai strategi komunikasi yang efektif dalam menjalankan organisasi.
Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pengurus Fatayat NU yang antusias dan berkomitmen untuk memperbaiki cara mereka berkomunikasi dalam organisasi. Mengapa pelatihan ini sangat penting? Menurut pendapat Dr. Ahmad Syafi’i, dosen yang memimpin pelatihan tersebut, “Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan memiliki strategi komunikasi yang baik, pengurus dapat lebih mudah berinteraksi dengan anggota dan masyarakat sekitar.”
Selama pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik komunikasi, mulai dari penyampaian pesan yang jelas hingga penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi yang efisien. Salah satu peserta, Fatimah, mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami belajar cara berkomunikasi yang lebih baik, terutama dalam menentukan pesan yang tepat untuk anggota.”
Dr. Ahmad juga menjelaskan beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam komunikasi organisasi. “Salah satu tantangan terbesar adalah kesalahpahaman antar anggota. Oleh karena itu, penting untuk memahami audiens dan menyampaikan pesan dengan cara yang sesuai agar tidak terjadi misinterpretasi,” ujarnya. Para peserta juga diajak untuk berlatih dengan simulasi dan diskusi kelompok, yang memungkinkan mereka untuk langsung menerapkan konsep yang telah dipelajari.
Keberhasilan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengurus Fatayat NU Neglasari dalam menjalankan tugas mereka. Dengan strategi komunikasi yang lebih baik, diharapkan hubungan antar anggota dan dengan masyarakat luar bisa semakin harmonis. “Kami ingin menjadikan Fatayat NU Neglasari lebih aktif dan responsif terhadap isu-isu yang berkembang. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik,” tambah Fatimah.
Melihat antusiasme peserta dan hasil dari pelatihan ini, pihak UBSI berencana untuk mengadakan sesi lanjutan. Pelatihan berikutnya akan fokus pada pengembangan keterampilan lebih lanjut, termasuk manajemen konflik dan kepemimpinan dalam organisasi. Hal ini menunjukkan komitmen UBSI untuk mendukung pengurus Fatayat NU dalam mencapai visi dan misi organisasi yang lebih efektif.