Teknologi

Dari Penjara ke Puncak Kekayaan: Kisah Changpeng Zhao

Changpeng Zhao, pendiri Binance, pernah mendekam di penjara, namun kini ia berhasil meraih kesuksesan dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia, bahkan mengalahkan Bill Gates.

N
Nathania Gabriella Wardani
12 August 2026 45 pembaca
Pernah Dipenjara, Orang Ini Kini Lebih Kaya dari Bill Gates Foto: Coinmod
Pernah Dipenjara, Orang Ini Kini Lebih Kaya dari Bill Gates Foto: Coinmod

Jakarta - Changpeng Zhao, yang merupakan pendiri bursa mata uang kripto Binance, pernah mengalami masa sulit dengan dipenjara, namun saat ini ia telah bangkit dan menjadi salah satu individu terkaya di dunia, bahkan mengalahkan kekayaan Bill Gates.

Binance didirikan pada tahun 2017, dan enam tahun setelahnya, Zhao mengaku bersalah setelah penyelidikan mendalam oleh otoritas AS terkait kepatuhan perusahaan. Ia dinyatakan gagal dalam menerapkan program anti-pencucian uang yang memadai. Sebagai konsekuensinya, Zhao setuju untuk membayar denda sebesar USD 50 juta, terpisah dari kesepakatan penyelesaian yang mencapai USD 4,3 miliar yang dibayarkan oleh Binance. Ia juga mengundurkan diri dari posisi CEO dan menjalani hukuman penjara selama empat bulan di California.

Kurang dari satu setengah tahun setelah dibebaskan, Zhao kembali muncul sebagai salah satu orang terkaya di dunia kripto. Dalam 17 bulan terakhir, kekayaan bersihnya meningkat pesat menjadi sekitar USD 110 miliar, setara dengan Rp 1.953 triliun. Kenaikan ini mencatat tambahan USD 47 miliar atau sekitar Rp 834 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari Forbes.

Kekayaan yang Melesat

Lonjakan kekayaan tersebut menempatkan Zhao di urutan ke-17 dalam daftar orang terkaya dunia, serta menjadi bagian dari kelompok kecil individu dengan kekayaan mencapai angka 12 digit. Ia bahkan telah melampaui Bill Gates, yang kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar USD 108 miliar (sekitar Rp 1.918 triliun) setelah melakukan berbagai donasi filantropis besar-besaran dan perceraiannya dari Melinda French Gates pada tahun 2021. Saat ini, Gates berada di peringkat ke-19 dalam daftar orang terkaya dunia, tertinggal dua peringkat dan sekitar USD 2 miliar dari Zhao.

Bisnis yang Terus Berkembang

Kebanyakan kekayaan Zhao berasal dari saham yang dimilikinya di Binance, yang tetap menjadi bursa kripto terbesar di dunia. Perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab ini tidak mempublikasikan laporan keuangan atau struktur kepemilikannya secara terbuka. Namun, menurut Forbes, perbandingan dengan pesaing di industri seperti Coinbase menunjukkan bahwa nilai Binance bisa mencapai sekitar USD 100 miliar. Dokumen hukum dari penyelidikan di AS mengungkapkan bahwa Zhao memiliki sekitar 90% saham perusahaan tersebut.

Meskipun ada fluktuasi pada aset-aset Zhao yang lebih kecil, seperti kepemilikan sekitar 14.000 bitcoin yang nilainya mengalami penurunan sekitar 25% menjadi sekitar USD 100 juta bulan lalu, bisnis Binance tetap menjadi pendorong utama kekayaannya. Bursa ini dilaporkan memproses volume perdagangan tahunan lebih dari USD 30 triliun di pasar spot dan derivatif. "Binance menghasilkan pendapatan yang diperkirakan antara USD 16 miliar hingga USD 17 miliar (Rp 284-301 triliun) pada tahun 2024 dan 2025," ujar Zheng Jie Lim, seorang analis di penyedia data kripto Artemis. Ia menambahkan bahwa pendapatan Binance kira-kira dua setengah kali lipat dari pendapatan Coinbase yang sebesar USD 6,6 miliar. Binance juga mengoperasikan ekosistem yang lebih luas yang terhubung dengan jaringan blockchain miliknya sendiri, serta program insentif yang mendistribusikan token kepada para pengguna.

Artikel Terkait