Teknologi

Dampak Krisis Chip Memori, Penjualan PC Global Turun 4,9%

Krisis chip memori yang melanda industri teknologi menyebabkan penurunan signifikan dalam pengiriman PC global, dengan angka penurunan mencapai 4,9% pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan tahun lal...

L
Luthfi Zaki Maulana
17 July 2026 75 pembaca
Ilustrasi toko komputer. Foto: Rengga Sancaya
Ilustrasi toko komputer. Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Krisis chip memori yang sedang terjadi di sektor teknologi membuat banyak konsumen ragu untuk mengganti PC atau laptop mereka. Banyak yang memilih untuk tetap menggunakan perangkat lama sambil menunggu situasi kelangkaan dan harga yang tinggi mereda. Akibatnya, pengiriman PC secara global mengalami penurunan yang cukup besar.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset IDC, pengiriman PC di seluruh dunia tercatat menurun sebesar 4,9% pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan ini dianggap sebagai yang pertama setelah sembilan kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan, dan krisis chip memori dianggap sebagai penyebab utama.

Tren Negatif di Kalangan Pabrikan Besar

Data dari IDC menunjukkan tren negatif yang dialami oleh beberapa pabrikan besar. Pengiriman Lenovo turun dari 17 juta menjadi 16,6 juta unit, sementara HP mengalami penurunan dari 14,3 juta menjadi 13 juta unit. Dell juga mencatatkan penurunan dari 9,8 juta menjadi 9,3 juta unit. Di sisi lain, Asus mencatatkan pertumbuhan yang hampir stagnan.

Satu-satunya pabrikan besar yang berhasil mencatatkan peningkatan adalah Apple, yang mengalami kenaikan pengiriman sebesar 10%, dari 6,1 juta menjadi 6,7 juta unit. Pangsa pasar Apple juga meningkat, dari 8,5% menjadi 9,9%.

Pendapatan Tetap Meningkat Meski Penjualan Turun

Sebuah fenomena menarik terungkap dalam laporan ini. Meskipun volume pengiriman unit menurun, banyak perusahaan pembuat PC tidak mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan mereka untuk menyesuaikan harga komponen yang lebih tinggi kepada konsumen yang terpaksa membeli.

"Kisah sesungguhnya di sini adalah adanya ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai dolar: pengiriman memang turun, tetapi pendapatan justru naik karena vendor mendorong kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan pasar," ungkap Jitesh Ubrani, Direktur Riset untuk Perangkat Konsumen di IDC.

IDC menekankan bahwa manajemen rantai pasokan akan menjadi faktor yang sangat penting di masa depan. Beberapa pabrikan besar diperkirakan akan semakin agresif dalam mengamankan kontrak jangka panjang untuk memasok chip memori dan penyimpanan perangkat mereka. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi pabrikan kecil yang harus berjuang untuk bersaing dengan kekuatan negosiasi dan daya beli perusahaan besar.

Di sisi lain, Apple dinilai berhasil memanfaatkan situasi sulit ini dengan baik melalui peluncuran produk baru mereka. "Keuntungan pangsa pasar Apple bertepatan dengan peluncuran produk terbarunya, MacBook Neo. Meskipun perusahaan juga ikut menaikkan harga sejalan dengan pasar yang lebih luas, mereka tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan dibandingkan para pesaing yang menghadapi tekanan biaya serupa," jelas Jean Philippe Bouchard, Wakil Presiden untuk Perangkat Konsumen di IDC.

Perlu dicatat bahwa laporan IDC ini mencakup pengiriman PC global secara umum dan tidak secara spesifik merinci pengiriman PC gaming yang biasanya lebih tahan terhadap penurunan pasar. Namun, mengingat krisis chip memori diperkirakan akan terus berlanjut, situasinya tetap penuh ketidakpastian.

Analis dari firma Bernstein memperkirakan bahwa pabrikan besar seperti SK Hynix baru akan menurunkan harga secara signifikan pada akhir tahun 2028. Sebelum saat itu tiba, konsumen tampaknya harus bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga lebih lanjut di pasar komputer.

Artikel Terkait