Buang air besar (BAB) merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh banyak orang setiap hari. Namun, tidak semua individu dapat melakukannya dengan lancar. Terkadang, BAB menjadi sulit, terutama ketika mengalami sembelit atau saat feses keras. Dalam kondisi ini, seseorang sering kali tanpa sadar mengejan lebih keras untuk mempercepat proses BAB. Kebiasaan ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga memberikan tekanan pada bagian tubuh lainnya, termasuk otot dasar panggul yang berfungsi penting dalam mendukung organ panggul dan berbagai fungsi tubuh lainnya.
Peran Otot Dasar Panggul
Otot dasar panggul adalah bagian dari sistem inti tubuh yang bekerja sama dengan diafragma, otot perut bagian dalam, dan otot kecil di sekitar tulang belakang. Christine Chu, seorang Asisten Profesor Klinis di bidang Uroginekologi di University of North Carolina, menjelaskan bahwa otot dan jaringan ini berada di bagian bawah panggul dan berfungsi sebagai penyangga bagi organ-organ di area tersebut. “Sistem ini berfungsi seperti ayunan yang menopang organ panggul Anda dengan menjaga posisinya dan membantu fungsinya,” jelasnya.
Selain fungsi penyangga, otot dasar panggul juga berperan dalam mengatur tekanan di dalam tubuh saat seseorang melakukan berbagai aktivitas. Candice Carbajal, seorang fisioterapis di ATI Physical Therapy, menekankan pentingnya otot dasar panggul bagi kesehatan dan pergerakan tubuh secara keseluruhan. “Merawatnya dapat meningkatkan segalanya, mulai dari kontrol kandung kemih dan kekuatan inti hingga performa olahraga, pemulihan pasca kehamilan, dan kualitas hidup secara keseluruhan,” ungkapnya.
Dampak dari Kebiasaan Mengejan
Pendiri Connect Pelvic Floor Fitness, Caroline Packard, menambahkan bahwa otot dasar panggul memiliki fungsi untuk membantu mengelola tekanan saat tubuh bergerak atau melakukan aktivitas tertentu. “Setiap kali Anda menarik napas, diafragma Anda turun dan dasar panggul Anda memanjang untuk menyamainya, hampir seperti trampolin yang turun untuk menyerap beban,” jelasnya. Otot ini juga berfungsi saat seseorang mengangkat beban, batuk, atau melompat. “Otot dasar panggul mengatur tekanan setiap kali Anda mengangkat beban, batuk, tertawa, atau melompat, bertindak sebagai peredam kejut saat Anda berjalan atau berlari; dan menahan kandung kemih, usus, dan organ reproduksi Anda di tempatnya,” ujarnya.
Kebiasaan mengejan yang berulang saat sembelit perlu diwaspadai. “Sembelit adalah salah satu penyebab terbesar disfungsi otot dasar panggul karena mengejan berulang kali memberikan tekanan ekstra pada otot-otot ini dari waktu ke waktu,” kata Carbajal.
Pentingnya Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan otot dasar panggul tidak hanya bergantung pada latihan tertentu, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari, termasuk pola buang air kecil dan upaya untuk mencegah sembelit. “Cobalah untuk tidak membiasakan diri pergi ke kamar mandi ‘hanya untuk berjaga-jaga’ atau menahan buang air kecil selama berjam-jam. Kebiasaan buang air kecil yang sehat dapat sangat membantu dalam mendukung fungsi dasar panggul,” saran Carbajal.
Asupan cairan dan serat juga sangat penting untuk mencegah sembelit yang dapat menyebabkan seseorang harus mengejan berulang kali. Di sisi lain, konsumsi kopi, teh, soda, dan alkohol perlu dibatasi jika minuman tersebut memicu masalah pada kandung kemih. Jika mengalami gejala seperti kebocoran urin, rasa tertekan di area panggul, atau nyeri, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya. “Semua orang menyarankan untuk melakukan senam Kegel, atau latihan untuk memperkuat otot dasar panggul, tetapi ini mungkin bukan latihan yang tepat untuk anda jika otot anda tegang atau nyeri,” ucap Chu.
Ia juga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika latihan justru menimbulkan rasa sakit. Packard menambahkan bahwa keluhan tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele. “Itu adalah sinyal bahwa sistem membutuhkan dukungan, bukan sesuatu yang seharusnya anda terima begitu saja,” tuturnya.