Kegiatan hidup yang ramah lingkungan tidak selalu memerlukan perubahan yang drastis. Hal-hal kecil seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan kertas, dan lebih selektif dalam memilih produk sehari-hari bisa menjadi langkah awal yang dilakukan secara bertahap. Inilah yang diterapkan oleh aktris Syifa Hadju, yang menyadari pentingnya menjaga lingkungan meskipun di tengah kesibukannya sebagai figur publik.
Cara Syifa Hadju Menerapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Syifa mengungkapkan bahwa ia berusaha untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan dalam aktivitas sehari-harinya. “Di sela-sela kesibukan yang padat, aku selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai,” ujarnya.
Pengurangan Penggunaan Kertas
Sebagai seorang aktris, Syifa juga mulai mengurangi ketergantungan pada kertas untuk kebutuhan pekerjaannya. Ia kini beralih menggunakan skrip digital, seperti tablet, daripada mencetak skrip dalam jumlah banyak. “Selain itu, aku juga mulai mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital, misalnya dengan tablet, daripada harus di-print tebal-tebal,” katanya. Langkah ini tidak hanya menghemat kertas, tetapi juga membuat dokumen lebih praktis untuk dibawa dan diakses selama beraktivitas.
Pemilihan Produk Ramah Lingkungan
Menurut Syifa, kepedulian terhadap lingkungan juga dapat diwujudkan melalui pilihan saat berbelanja. “Untuk urusan pemilihan produk, aku sebisa mungkin selalu pilih produk yang ramah lingkungan, salah satunya pembalut ramah lingkungan dari Charm,” ungkapnya. Ia percaya bahwa keputusan yang bijak dalam memilih produk sehari-hari, termasuk yang memperhatikan keberlanjutan, sangat penting.
Syifa meyakini bahwa melalui kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut, kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat dibangun. “Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita,” tuturnya.
Edukasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Keberpihakan terhadap lingkungan juga menjadi fokus program edukasi Charm melalui inisiatif "School to School Extra Maxi". Sejak April 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA di Jakarta, memberikan edukasi tentang hubungan antara kebiasaan konsumsi sehari-hari dan lingkungan, serta penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menekankan bahwa program edukasi ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pemilihan pembalut yang tepat, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan demi masa depan bumi. “Melalui inisiatif ini, Charm berharap bisa menjadi pelopor tren konsumsi yang ramah lingkungan atau ethical dan membangun rasa bangga pada konsumen, bahwa pilihan mereka membawa dampak baik bagi bumi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Charm juga meluncurkan produk edisi terbatas Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package ukuran 23 sentimeter. Produk ini menggunakan material berbasis bio pada bagian top sheet, yang berasal dari kapas organik, minyak nabati, dan tebu, serta kemasan yang lebih mudah didaur ulang.