Teknologi

CXMT Menjadi Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO Sukses

CXMT, produsen memori asal China, mencatatkan debut yang mengesankan di pasar saham, menjadikannya perusahaan paling berharga di China dengan lonjakan harga saham yang signifikan.

M
Maria Gabriella
29 July 2026 55 pembaca
Ilustrasi RAM. Foto: Techradar
Ilustrasi RAM. Foto: Techradar

Produsen memori dari China, CXMT, telah resmi menjadi perusahaan dengan nilai tertinggi di negara tersebut setelah mengalami debut yang sangat sukses di pasar saham, melampaui ekspektasi yang ada. Pada penawaran umum perdana (IPO) yang awalnya ditetapkan pada harga 8,66 Yuan, sahamnya ditutup dengan lonjakan luar biasa mencapai 49,00 Yuan, mencatatkan kenaikan hampir 466 persen pada hari pertama perdagangannya.

Perusahaan yang dikenal dengan nama lengkap ChangXin Memory Technologies (CXMT) ini merupakan salah satu pemain utama di industri memori dan mendapatkan keuntungan besar dari perkembangan tren kecerdasan buatan (AI). Saat ini, CXMT berada di peringkat keempat secara global dengan pangsa pasar sebesar 8 persen, di belakang Samsung (36%), SK Hynix (29%), dan Micron (24%).

Sentimen Positif Investor dan Kapitalisasi Pasar

Kepala Ekonom First Seafront Fund Management, Larry Yang, menyatakan bahwa kinerja luar biasa CXMT pada hari pertama perdagangan mencerminkan pandangan positif investor mengenai masa depan perusahaan. CXMT menutup hari perdagangannya dengan kapitalisasi pasar sekitar 3,65 triliun Yuan, yang setara dengan USD 540 miliar. Pencapaian ini juga dicatat sebagai IPO terbesar kedua di China daratan sepanjang sejarah, hanya kalah dari Agricultural Bank of China yang terjadi pada tahun 2010.

Dengan suntikan dana segar ini, CXMT diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pengaruhnya di pasar global. Kehadiran produsen perangkat keras lokal yang kuat seperti CXMT dianggap memberikan keuntungan strategis bagi China dalam perlombaan adopsi AI melawan Amerika Serikat.

Risiko Kenaikan Harga dan Tantangan Pasar

Didirikan pada tahun 2016, CXMT muncul pada waktu yang tepat untuk memanfaatkan lonjakan permintaan PC akibat pandemi, yang kemudian diikuti oleh ledakan dalam sektor AI. Namun, euforia di kalangan produsen dan investor perangkat keras ini berbanding terbalik dengan kondisi yang dihadapi konsumen, yang kini harus menghadapi lonjakan harga untuk berbagai perangkat elektronik, termasuk ponsel dan konsol game, yang bergantung pada chip memori.

Tren kenaikan harga ini tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. SK Hynix baru-baru ini memprediksi bahwa krisis pasokan memori akan mencapai puncaknya pada tahun 2027 dan akan berlanjut setidaknya hingga tahun 2030. Di tengah situasi ini, rencana ekspansi CXMT tampaknya berjalan lancar. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple sedang menguji chip DRAM dari CXMT untuk produk-produk masa depan mereka. Jika CXMT berhasil menjalin kontrak sebagai pemasok resmi untuk Apple, ini akan menjadi langkah besar bagi perusahaan tersebut.

Artikel Terkait