Teknologi

Beban Utang Besar Perusahaan Teknologi AS Terkait AI Capai Rp 29.653 Triliun

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa lima raksasa teknologi asal Amerika Serikat memiliki utang tersembunyi yang mencapai lebih dari USD 1,65 triliun, didorong oleh investasi besar-besaran dalam infr...

Y
Yusuf Ahmad Pratama
28 July 2026 59 pembaca
Ilustrasi AI. Foto: Getty Images/Supatman
Ilustrasi AI. Foto: Getty Images/Supatman

Jakarta - Sebuah analisis dari perusahaan riset pasar di Jepang mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai utang yang ditanggung secara kolektif oleh lima perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat. Total utang tersembunyi mereka mencapai lebih dari USD 1,65 triliun, atau hampir Rp 30 ribu triliun, yang sebagian besar disebabkan oleh pengeluaran besar untuk infrastruktur AI.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan USD 1,35 triliun yang dilaporkan secara resmi dalam neraca keuangan masing-masing perusahaan. Selama empat tahun terakhir, jumlah utang tersebut bahkan meningkat hingga delapan kali lipat. Menurut laporan dari Nikkei Asia, total utang yang diakumulasi oleh Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle diperkirakan mencapai sekitar USD 3 triliun. Sebagian besar dari utang ini terkait dengan pengeluaran untuk infrastruktur AI yang sangat besar, termasuk perjanjian sewa data center jangka panjang, pembelian server, akselerator grafis, dan perangkat keras komputasi lainnya yang belum diterima.

Transparansi Utang yang Minim

Laporan tersebut menunjukkan bahwa kurang dari separuh total utang yang ada dicantumkan secara langsung dalam neraca keuangan utama. Sisa utang lainnya hanya diungkapkan dalam catatan kaki laporan yang dilampirkan pada dokumen yang diajukan ke otoritas bursa. Meskipun komitmen keuangan di balik utang ini legal menurut hukum yang berlaku di AS, cara pelaporannya menyulitkan investor ritel untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan dengan akurat.

Estimasi Utang Tersembunyi

Dari kelima perusahaan yang diteliti, Meta tercatat memiliki utang tersembunyi terbesar, dengan estimasi mencapai sekitar USD 420 miliar, yang hampir tiga kali lipat dari jumlah yang mereka laporkan dalam laporan keuangan tahun fiskal 2026. Sebagai contoh, proyek data center Hyperion milik Meta di Louisiana melibatkan investasi sebesar USD 27 miliar dari Blue Owl Capital yang tidak pernah tercantum dalam laporan pendapatan resmi mereka. Meskipun ini merupakan praktik yang sah di bawah aturan keuangan AS, hal ini menunjukkan betapa besar jumlah dana yang dapat disembunyikan dari publik.

Sementara itu, utang tersembunyi Oracle dilaporkan telah meningkat sekitar 30 kali lipat dalam empat tahun terakhir, mencapai USD 273,3 miliar pada akhir Mei 2026. Sebagian besar utang ini berasal dari beberapa langkah strategis, termasuk perjanjian sewa jangka panjang dengan operator data center pihak ketiga, rencana ekspansi proyek data center AI Stargate, serta pengembangan titik operasi di wilayah Texas, New Mexico, Michigan, dan Wisconsin.

Artikel Terkait