Teknologi

BATIC 2026 Memperkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Kolaborasi Digital di Asia Pasifik

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia kembali menjadi ajang pertemuan pemimpin industri digital untuk membahas perkembangan ekosistem d...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
03 September 2026 40 pembaca
Foto: Telkom
Foto: Telkom

Jakarta - BATIC 2026 yang diadakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) berhasil mengumpulkan para pemimpin serta pelaku industri digital global untuk mendiskusikan arah perkembangan ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik. Konferensi yang berlangsung di Bali ini mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari penguatan infrastruktur konektivitas, cloud, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta mendorong kolaborasi lintas ekosistem untuk menciptakan pertumbuhan digital yang berkelanjutan.

Dengan tema 'Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress', BATIC 2026 berhasil menarik lebih dari 2.700 delegasi dari lebih dari 760 perusahaan yang berasal dari 67 negara, serta melibatkan 72 sponsor dan exhibitor. Konferensi ini juga mencatatkan lebih dari 4.500 pertemuan terjadwal yang dilakukan melalui aplikasi BATIC.

Rangkaian Konferensi dan Pembicara Utama

Acara ini berlangsung selama dua hari, dengan hari pertama dibuka oleh Sam Evans, Senior Managing Director Teneo, yang membahas peran jaringan generasi berikutnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan masyarakat. Dalam keynote address-nya, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan pentingnya jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital untuk membuka peluang pertumbuhan baru.

Dian menyatakan, "Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan." Dia juga menambahkan bahwa TelkomGroup terus beradaptasi dengan perubahan lanskap industri telekomunikasi melalui strategi transformasi TLKM 30.

Investasi dan Kolaborasi untuk Infrastruktur Digital

Diskusi berlanjut dengan fokus pada kebutuhan investasi dan kolaborasi dalam membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang kuat. Selain itu, adopsi AI di tingkat perusahaan juga menjadi topik menarik, termasuk bagaimana teknologi ini dapat memberikan nilai bisnis yang terukur. Dalam acara yang berlangsung dari 24 hingga 28 Agustus 2026 ini, perkembangan komunikasi masa depan dan evolusi jaringan optik juga menjadi sorotan penting.

Pada hari kedua, pembahasan beralih ke peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, menyoroti pentingnya transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI. "Masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan," ungkapnya.

Rangkaian diskusi juga mencakup perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di era AI yang meningkatkan permintaan layanan di kawasan. Diskusi mengenai Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai nilai strategis bagi penyedia cloud dan data center juga menjadi perhatian utama.

Selain konferensi utama, BATIC 2026 juga memperluas ruang kolaborasi melalui berbagai acara sampingan, seperti Mplify's APAC Member Workshop dan Future Tech Leaders Summit. Berbagai sesi ini membahas isu strategis yang berkaitan dengan teknologi dan inovasi di industri.

Semangat kolaborasi yang terbangun selama BATIC 2026 juga tercermin dalam sejumlah kemitraan strategis yang dijalin oleh Telin, termasuk penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas dan MoU dengan berbagai pihak untuk pengembangan infrastruktur berbasis AI.

BATIC 2026 juga berlangsung di tengah situasi pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana konferensi ini akan menyalurkan donasi sebesar US$ 10.000 untuk mendukung upaya pemulihan masyarakat yang terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa BATIC tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran ide, tetapi juga sebagai platform yang menjunjung semangat kemanusiaan dan kolaborasi.

Artikel Terkait