Lifestyle

Bahaya Hot Yoga bagi Penderita Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui

Hot yoga dapat berisiko tinggi bagi individu dengan masalah jantung, meskipun olahraga ini populer di kalangan masyarakat. Penting untuk memahami dampak dari latihan di ruangan panas sebelum mencoba a...

A
Ahmad Fauzan
25 August 2026 68 pembaca
Bahaya Hot Yoga bagi Penderita Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kegiatan olahraga secara teratur merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung. Misalnya, berjalan santai secara rutin terbukti dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular. Namun, banyak orang keliru berpikir bahwa semakin berat suatu olahraga, maka semakin baik hasilnya. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, intensitas latihan yang terlalu tinggi bisa berpotensi membahayakan. Salah satu jenis olahraga yang sangat tidak disarankan bagi penderita penyakit ini adalah hot yoga.

Menurut Travis Benzing, MD, seorang ahli kardiologi di Harbor Health, "Suhu panas dan aktivitas fisik yang berat sama-sama memaksa sistem kardiovaskularmu untuk bekerja lebih keras." Ini menunjukkan bahwa latihan di lingkungan yang panas dapat memberikan tekanan tambahan pada jantung.

Risiko Hot Yoga bagi Penderita Penyakit Jantung

Bagi orang yang sehat, tantangan yang ditawarkan oleh suhu tinggi mungkin memberikan manfaat. Namun, bagi individu dengan masalah jantung, sangat disarankan untuk menghindari olahraga di tempat yang bersuhu tinggi seperti hot yoga. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba aktivitas yang dapat memicu keringat berlebihan ini. "Suhu panas membuat jantung memompa lebih keras dan cepat, serta bisa menurunkan tekanan darah saat kamu berkeringat dan kehilangan cairan," ungkap dr. Benzing. Ia menambahkan bahwa kombinasi tersebut sangat berisiko bagi mereka yang mengalami gagal jantung, kardiomiopati, penyakit arteri koroner, atau memiliki riwayat kematian jantung mendadak dalam keluarga.

Said Ashraf, MD, FSCAI, seorang ahli kardiologi intervensi di AtlantiCare, menjelaskan bahwa suhu panas dan kelembapan tinggi pada hot yoga dapat menyebabkan perubahan hemodinamik dan kehilangan cairan melalui keringat. "Banyak pasien penyakit jantung yang mengonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi respons hemodinamik terhadap stres panas dan dehidrasi," tuturnya. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan persetujuan dari dokter sebelum memulai program latihan.

Efek Hot Yoga pada Jantung Sehat

Jika seseorang dalam kondisi sehat, berolahraga di ruangan panas dapat memberikan keuntungan fisik tertentu. Menurut dr. Benzing, jantung akan bekerja sedikit lebih keras untuk memompa darah ke kulit guna membantu mendinginkan tubuh, sekaligus mengalirkan darah kaya oksigen ke otot. Beban kerja ini melatih tubuh untuk mengatur suhu dan memperbaiki tekanan darah. "Penelitian akademis yang ditelaah sejawat menunjukkan bahwa yoga memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan, termasuk menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil lipid, dan menurunkan detak jantung saat istirahat," jelas dr. Ashraf.

Meskipun penelitian mengenai hot yoga memiliki sampel yang lebih kecil, hasilnya menunjukkan pola keuntungan kardiovaskular yang serupa. "Rasa panas itu cuma bonus, bukan daya tarik utamanya," kata dr. Benzing.

Olahraga yang Aman untuk Penderita Penyakit Jantung

Meskipun hot yoga sebaiknya dihindari, bukan berarti individu dengan penyakit jantung tidak boleh berolahraga. Mereka tetap perlu bergerak aktif. Disarankan untuk memulai dengan pemanasan yang cukup, mengikuti batas aman detak jantung yang ditetapkan dokter, menjaga kecukupan cairan, dan segera berhenti jika merasakan nyeri di dada atau pusing. "Jika kamu mengonsumsi beta-blocker atau obat sejenisnya, detak jantungmu tidak akan meningkat setinggi biasanya saat berolahraga, sehingga kamu mungkin akan merasakan kelelahan yang lebih nyata dan lebih cepat," ungkap dr. Benzing.

Selain itu, hindari latihan interval dengan intensitas tinggi dan lari cepat, karena aktivitas ini dapat menyebabkan lonjakan tajam pada tekanan darah dan kebutuhan oksigen jantung. Dr. Ashraf juga menyarankan untuk menjauhi angkat beban berat, beraktivitas di dataran tinggi, serta tren berendam air es demi menjaga keselamatan kondisi kesehatan.

Artikel Terkait