Teknologi

Apple Menghadapi Tantangan Kenaikan Harga iPhone

Permintaan yang meningkat untuk teknologi AI telah menyebabkan kelangkaan memori global, mendorong Apple untuk mempertimbangkan kenaikan harga produk mereka. CEO Tim Cook mengonfirmasi bahwa konsumen...

A
Aisyah Nur Hidayah
22 June 2026 29 pembaca
Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock

Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat, dan kini pengguna harus membayar konsekuensinya. Lonjakan permintaan untuk memori akibat perkembangan AI telah menciptakan kelangkaan di seluruh dunia, yang berujung pada kenaikan harga. Situasi ini cukup serius sehingga Apple memberikan peringatan kepada konsumen untuk bersiap mengeluarkan lebih banyak uang.

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan akan menaikkan harga produknya sebagai dampak dari kelangkaan memori yang sedang terjadi. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini tidak bisa dihindari. "Dunia sedang didisrupsi oleh AI dan, pada saat yang sama, bahkan sebelum kita mulai memetik manfaat AI di perangkat kita, kita sudah harus membayar tagihannya," jelas Francisco Jeronimo, analis dari IDC yang dikutip oleh detikINET dari CNBC.

Produksi Chip AI dan Dampaknya

Chip AI, yang sebagian besar diproduksi oleh Nvidia, mengkonsumsi kapasitas memori dan penyimpanan yang hanya dapat diproduksi oleh beberapa vendor. Akibatnya, produsen smartphone, PC, dan perangkat lainnya terpaksa antre atau membayar lebih untuk mendapatkan prioritas. Pengumuman dari Apple menunjukkan dampak besar dari masalah ini, mengingat perusahaan tersebut dikenal sangat kuat dalam menghadapi kenaikan harga berkat posisi pasar mereka.

"Ini menunjukkan seberapa dalam masalahnya. Bahkan Apple pun tak aman, terlepas dari fakta mereka punya semua keahlian dan perencanaan jangka panjang, serta segalanya. Ini sudah di luar batas kapasitas mereka untuk membatasi dampaknya," ungkap Ranjit Atwal, analis di Gartner.

Kenaikan Harga yang Mungkin Terjadi

Cook tidak mengungkapkan kapan kenaikan harga akan mulai berlaku atau model mana yang akan terpengaruh. Salah satu kemungkinan adalah bahwa Apple hanya akan menaikkan harga untuk perangkat premium seperti seri Pro, karena pelanggan di segmen ini lebih mampu menyerap dampak tersebut. Jeronimo memperkirakan bahwa Apple akan menaikkan harga iPhone Pro dan iPhone Pro Max sebesar USD 100, sementara harga untuk model kelas bawah kemungkinan tidak akan berubah. Analis di BofA Securities juga sependapat dengan prediksi tersebut dan memperkirakan adanya kenaikan harga pada sebagian besar model Mac dan iPad.

Namun, ada kemungkinan pendekatan alternatif yang dapat diambil, yaitu memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan pangsa pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, Apple telah menargetkan konsumen dengan anggaran lebih ketat melalui produk seperti MacBook Neo dan iPhone 16e. Apple bisa mendapatkan keuntungan ketika produsen Android terpaksa mengurangi spesifikasi atau menaikkan harga.

Mengenai penyebab kelangkaan pasokan, chip AI untuk pusat data membutuhkan memori bandwidth tinggi, yang menawarkan kinerja lebih cepat dan memerlukan lebih banyak daya dibandingkan dengan memori smartphone. Masalah utama adalah bahwa semua kebutuhan ini sangat bergantung pada kapasitas produksi dari tiga pemasok utama: Micron, SK Hynix, dan Samsung. Ketika pemasok seperti Micron memproduksi satu unit memori HBM (High Bandwidth Memory), mereka harus mengorbankan produksi tiga unit memori smartphone konvensional.

Saat ini, para pemasok memori sedang membangun pabrik-pabrik baru, tetapi sebagian besar kapasitas tambahan tersebut kemungkinan akan dialokasikan untuk memori HBM yang lebih menguntungkan.

Artikel Terkait