Kesehatan

Almond: Solusi Alami untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi almond dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

M
Mikayla Rahmadani
27 August 2026 50 pembaca
Almond: Solusi Alami untuk Tidur yang Lebih Nyenyak
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kesulitan tidur atau membutuhkan waktu lama untuk terlelap dapat menyebabkan tubuh merasa lelah di hari berikutnya. Banyak orang mencari cara untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas, dan salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah makanan yang dikonsumsi. Almond, misalnya, diidentifikasi sebagai makanan yang dapat berpotensi meningkatkan kualitas tidur.

Sebuah studi klinis yang melibatkan 175 orang dewasa berusia antara 21 hingga 55 tahun di India, yang mengalami masalah tidur, menunjukkan hasil yang menarik. Peserta dibagi menjadi dua kelompok secara acak; satu kelompok mengonsumsi sekitar 50 almond utuh setiap hari, sementara kelompok lainnya mengonsumsi camilan lain dengan jumlah kalori yang setara selama lima bulan. Peneliti kemudian melakukan pengukuran kualitas tidur peserta melalui berbagai metode, termasuk rekaman gelombang otak, pemeriksaan darah, dan laporan dari peserta mengenai pengalaman tidur mereka.

Hasil Penelitian yang Menarik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi almond melaporkan lebih sedikit gangguan tidur dan merasa lebih mudah untuk terlelap dibandingkan kelompok yang mengonsumsi camilan tanpa almond.

Manfaat Nutrisi Almond

Almond mengandung berbagai nutrisi yang diyakini berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik. Ahli diet Jessica Cording menjelaskan bahwa almond merupakan sumber magnesium yang baik. “Almond merupakan sumber magnesium yang baik, yang berdasarkan banyak penelitian dapat membantu tidur lebih nyenyak karena berpengaruh terhadap relaksasi otot, pengaturan produksi melatonin, dan pengaturan sistem saraf,” ungkap Cording.

Selain magnesium, almond juga mengandung triptofan, yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin dan melatonin, dua zat yang berperan penting dalam proses tidur. Penelitian tersebut juga menemukan kadar melatonin yang sedikit lebih tinggi pada kelompok yang mengonsumsi almond. Namun, Keri Gans, seorang ahli diet, mengingatkan bahwa hasil ini belum dapat membuktikan bahwa almond secara langsung meningkatkan melatonin atau bahwa melatonin adalah penyebab perbaikan kualitas tidur.

Almond juga mengandung kombinasi protein, lemak sehat, dan serat yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, yang merupakan faktor penting untuk mendukung kualitas tidur.

Pentingnya Mengontrol Konsumsi Almond

Walaupun penelitian ini menunjukkan potensi manfaat dari almond, penting untuk diingat bahwa mengonsumsi almond dalam jumlah berlebihan tidak serta merta akan meningkatkan kualitas tidur. Studi ini merekomendasikan sekitar 50 almond per hari, yang memberikan asupan protein, lemak, dan kalori yang cukup besar. Oleh karena itu, almond sebaiknya dijadikan bagian dari pola makan yang seimbang, bukan hanya ditambahkan ke dalam pola makan yang sudah ada.

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan, termasuk fakta bahwa penelitian ini dibiayai oleh Almond Board of California. Para ahli menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara konsumsi almond dan kualitas tidur.

Menjaga Kebiasaan Tidur yang Sehat

Jika merasa lapar sebelum tidur, almond bisa menjadi pilihan camilan yang bergizi dan mudah dicerna. Namun, camilan ini tidak dapat menggantikan kebiasaan yang mendukung tidur yang berkualitas. “Mengonsumsi almond sebelum tidur bukanlah pengganti kebiasaan yang mendukung tidur, seperti menjaga kebersihan tidur, memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten, membatasi kafein pada sore atau malam hari, aktif secara fisik, dan mengelola stres,” jelas Cording.

Almond dapat menjadi salah satu pilihan camilan dalam rutinitas tidur yang sehat, tetapi bukan solusi instan untuk masalah tidur. Jika kesulitan tidur terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Artikel Terkait