Teknologi

Alibaba Larang Penggunaan AI Anthropic karena Isu Keamanan

Perusahaan e-commerce Alibaba, yang didirikan oleh Jack Ma, akan melarang karyawannya menggunakan teknologi AI dari Anthropic mulai 10 Juli, menyusul tuduhan pencurian teknologi oleh perusahaan asal A...

A
Aisyah Nur Hidayah
14 July 2026 63 pembaca
Dituduh Curi Teknologi, Perusahaan Jack Ma Tendang AI Anthropic Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Dituduh Curi Teknologi, Perusahaan Jack Ma Tendang AI Anthropic Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Perusahaan e-commerce raksasa asal China, Alibaba, yang didirikan oleh Jack Ma, mengambil langkah tegas dengan melarang karyawannya menggunakan teknologi AI dari Anthropic untuk keperluan pekerjaan, efektif mulai 10 Juli. Larangan ini dikeluarkan karena adanya kekhawatiran terkait risiko keamanan yang ditimbulkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Alibaba telah menempatkan Claude Code milik Anthropic dalam kategori perangkat lunak berisiko tinggi. Informasi ini diperoleh dari sumber yang mengetahui situasi tersebut. Keputusan Alibaba ini muncul setelah Anthropic mengirimkan surat kepada Senat AS yang menuduh perusahaan teknologi asal China tersebut secara terang-terangan dan ilegal berusaha mengekstrak kemampuan AI miliknya.

Tuduhan Serangan Distilasi

Dalam surat tersebut, Anthropic menuduh Alibaba melakukan serangan distilasi terbesar yang pernah diketahui terhadap perusahaannya. Distilasi merupakan metode pelatihan AI di mana model yang lebih kecil dan kurang canggih dibangun berdasarkan keluaran dari model yang lebih besar dan lebih kuat. Ketentuan layanan dari Anthropic sendiri melarang perusahaan-perusahaan dari China serta negara-negara yang dianggap musuh untuk menggunakan model AI mereka.

Akibat dari larangan ini, seluruh karyawan Alibaba diwajibkan untuk menghapus semua model dan produk dari Anthropic. Sebagai alternatif, mereka diharuskan menggunakan asisten AI yang dikembangkan oleh Alibaba sendiri, yaitu Qoder. Baik pihak Alibaba maupun Anthropic belum memberikan komentar resmi mengenai isu ini.

Kecaman dan Pembatasan Akses

Pelarangan ini terjadi di tengah meningkatnya kecaman di dunia maya di China terhadap Anthropic, terutama setelah munculnya unggahan di Reddit dan GitHub yang menunjukkan adanya kode tersembunyi yang dirancang untuk mendeteksi apakah pengguna berada di wilayah China. Financial Times melaporkan bahwa Anthropic sedang berupaya menutup celah yang selama ini memungkinkan perusahaan-perusahaan China untuk menghindari pembatasan dan tetap mengakses Claude melalui negara ketiga.

Menurut laporan tersebut, grup teknologi finansial China, Ant, diketahui telah memberikan akses kepada karyawannya untuk menggunakan akun korporat Claude melalui intranet perusahaan yang terhubung dengan entitas mereka di Singapura. Selain itu, perusahaan induk TikTok, ByteDance, tidak memberikan akses langsung ke Claude, tetapi memulai program reimbursement yang memungkinkan insinyurnya untuk mengklaim biaya langganan pribadi, dengan akses menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN).

Artikel Terkait