Kamu mungkin pernah merasakan kecemasan saat menunggu balasan pesan teks. Kecemasan ini sebenarnya bisa dihindari dengan melakukan panggilan telepon. Namun, banyak orang justru merasa enggan untuk menelepon. Padahal, berkomunikasi melalui telepon dapat memberikan dampak positif bagi hubungan sosial.
Penyebab Keengganan untuk Menelepon
Keengganan untuk menelepon sering kali disebabkan oleh perasaan bahwa panggilan tersebut akan menjadi beban. Saat hari terasa berat, pikiran negatif mengenai pandangan orang lain dapat muncul dengan mudah. Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog, menjelaskan bahwa ada suara dalam diri yang mengatakan bahwa semua orang sibuk dan masalah yang kita hadapi tidak cukup besar untuk memerlukan panggilan telepon.
Panggilan suara juga menimbulkan ketidakpastian karena arah obrolan tidak dapat diprediksi. Catherine Franssen, asisten profesor di Virginia Commonwealth University, menyatakan bahwa saat menelepon, kita membuka kemungkinan interaksi yang tidak terduga. Dari sudut pandang otak, kita cenderung lebih menyukai interaksi yang dapat diprediksi dan dikendalikan.
Energi yang Diperlukan untuk Berbicara
Banyak orang juga melebih-lebihkan energi yang diperlukan untuk berbicara langsung. Ketika sedang sibuk atau merasa terbebani secara mental, otak cenderung menghemat energi dengan menghindari percakapan. Hafeez menambahkan bahwa ketika tenaga kita menipis, membayangkan percakapan yang memerlukan perhatian penuh bisa terasa sangat melelahkan. Oleh karena itu, pesan teks yang lebih sederhana sering kali menjadi pilihan utama.
Miranda Denison, seorang psikolog berlisensi, menjelaskan bahwa ketika kita terfokus pada pekerjaan atau tanggung jawab lainnya, menghubungi orang terkasih bisa dengan mudah terlupakan.
Dampak Dering Telepon terhadap Kecemasan
Banyak orang merasa terganggu ketika ponsel berdering di tengah kesibukan. Franssen menjelaskan bahwa saat tubuh merasa lelah, otak sering kali menafsirkan deringan telepon sebagai tuntutan mendadak yang menguras energi kognitif. Denison mengibaratkan kapasitas mental seperti teko berisi air yang semakin menyusut menjelang malam. Dalam kondisi energi yang terbatas, membalas pesan terasa lebih ringan dibandingkan menjawab telepon yang memerlukan lebih banyak energi.
Manfaat Berbicara Melalui Telepon
Meski ada banyak kekhawatiran, membiasakan diri untuk berbicara melalui telepon dapat membantu mengatasi rasa kesepian. Panggilan suara memerlukan perhatian penuh dan kehadiran emosional yang lebih dalam. Hafeez menjelaskan bahwa seseorang dapat bertukar pesan dengan banyak orang, tetapi tetap merasa kesepian. Komunikasi lisan melalui telepon dapat menyampaikan kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh pesan teks.
Denison menambahkan bahwa kita bisa merasakan empati dan kegembiraan saat berbagi kabar baik melalui telepon, dibandingkan hanya membaca pesan teks. Percakapan yang intim juga dapat membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik. Hafeez menjelaskan bahwa kadar kortisol dapat menurun selama percakapan yang tulus dengan orang yang kita percayai, memberikan rasa tenang dan kepastian yang sulit didapatkan melalui komunikasi berbasis teks.