Teknologi

Zhang Yiming, Pendiri TikTok, Menjadi Miliarder Terkaya di Asia dengan Kekayaan Rp 1.882 Triliun

Zhang Yiming, pendiri ByteDance, yang mengelola TikTok, kini menjadi orang terkaya di Asia dengan kekayaan mencapai USD 105,5 miliar. Kenaikan kekayaannya yang signifikan menjadikannya unggul dari Gau...

M
Maria Gabriella
23 September 2026 61 pembaca
Zhang Yiming, pendiri TikTok yang jadi manusia terkaya di Asia. Foto: Dok. Reuters
Zhang Yiming, pendiri TikTok yang jadi manusia terkaya di Asia. Foto: Dok. Reuters

Jakarta - Zhang Yiming, yang merupakan pendiri perusahaan induk TikTok, ByteDance, telah dinyatakan sebagai orang terkaya di Asia menurut Bloomberg. Kekayaannya melonjak hingga mencapai USD 105,5 miliar atau setara dengan Rp 1.882 triliun. Pada bulan ini, kekayaan bersih miliarder asal China ini meningkat lebih dari USD 12 miliar, menempatkannya sekitar USD 700 juta atau 0,7% lebih tinggi dibandingkan dengan Gautam Adani, pendiri konglomerat India Adani Group, dalam Bloomberg Billionaires Index.

Gautam Adani, yang memiliki konglomerat yang bergerak di berbagai sektor seperti pelabuhan, bandara, dan energi, mengalami penurunan dalam kekayaan bersihnya dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian kembali saham di indeks MSCI yang berdampak pada saham-saham di seluruh kerajaannya, ditambah dengan aksi jual yang memperburuk kerugian tersebut.

Kenaikan Kekayaan Zhang Yiming

Sejak pertama kali masuk dalam indeks tersebut pada tahun 2019 dengan kekayaan sebesar USD 13 miliar, kekayaan Zhang Yiming telah meningkat lebih dari USD 90 miliar, termasuk tambahan sebesar USD 40 miliar sepanjang tahun ini. Menurut dokumen hukum tahun 2024, Zhang memiliki 21% saham di ByteDance, yang ia dirikan pada tahun 2012 dari sebuah apartemen sederhana di Beijing.

ByteDance awalnya dikenal melalui agregator berita Toutiao sebelum meluncurkan Douyin, yang kemudian dikenal secara internasional sebagai TikTok. Sejak saat itu, perusahaan ini telah berkembang menjadi raksasa internet dengan beragam operasi yang mencakup e-commerce, pendidikan, gaming, dan berita. ByteDance mencatatkan laba bersih sebesar USD 42 miliar dari total pendapatan global yang mencapai USD 200 miliar pada tahun 2025, dengan masing-masing mengalami kenaikan 27% dan 29% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak Ledakan AI terhadap Kekayaan

Kenaikan terbaru dalam kekayaan Zhang menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi AI telah menciptakan peluang baru yang dapat menyaingi posisi miliarder yang sudah mapan. ByteDance memiliki beberapa produk berbasis AI, termasuk chatbot AI Doubao dan alat pembuat video Seedance. Perusahaan ini terus meningkatkan investasinya di bidang AI untuk tetap bersaing dengan para pesaing.

Pada awal bulan ini, sekelompok bank global sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar USD 29,6 miliar kepada ByteDance untuk keperluan korporat, termasuk pendanaan untuk penelitian dan pengembangan AI. Salah satu inovasi terbaru dari perusahaan ini adalah penyelesaian putaran penggalangan dana sebesar USD 290 juta untuk Anew Labs, unit yang fokus pada pengembangan obat berbasis AI. Setelah penggalangan dana eksternal pertamanya, unit ini dinilai mencapai USD 1,5 miliar, dan ByteDance akan mempertahankan 56% saham di perusahaan tersebut.

Artikel Terkait