JAKARTA - Yoga bukan hanya untuk orang dewasa, anak-anak juga dapat mengenal olahraga yang menggabungkan gerakan tubuh dan pengaturan napas ini sejak usia muda. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai usia yang tepat untuk memulai yoga bagi anak. Hal ini penting mengingat kemampuan fisik dan daya konsentrasi anak berbeda-beda sesuai dengan tahapan usia mereka.
Yoga untuk Anak Dimulai Sejak Usia Tiga Tahun
Instruktur Yoga Anak dari Yogaland, Felicia Sinta, menyatakan bahwa yoga untuk anak dapat dimulai sedini mungkin. "Kami biasanya menyediakan kelas yoga anak mulai dari usia 3 tahun hingga remaja dengan fokus yang berbeda," tuturnya saat acara Pesta Hidup Berseri di Jakarta Selatan.
Menurut Sinta, anak-anak berusia tiga hingga lima tahun sudah dapat mengikuti kelas yoga. Pada kelompok usia ini, latihan dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan mereka dalam berkonsentrasi dan mengikuti instruksi. "Kategorinya itu usia 3 sampai 5 tahun dengan durasi 50 menit, itu biasanya sudah paling maksimal untuk anak-anak, terkadang juga disesuaikan dengan kondisi anak, apakah masih kondusif atau tidak," jelas Sinta.
Durasi latihan tersebut tidak berarti setiap anak harus mengikuti sesi secara penuh tanpa jeda. Kondisi anak tetap menjadi pertimbangan selama kelas berlangsung, dan instruktur dapat menyesuaikan kegiatan jika anak mulai kehilangan fokus atau merasa tidak nyaman.
Fokus Yoga Sesuai Usia
Setelah memasuki usia enam hingga sembilan tahun, anak memiliki kemampuan gerak dan konsentrasi yang berbeda dibandingkan balita. Sinta juga membedakan kelompok usia 10 hingga 12 tahun yang berada pada tahap pra-remaja. "Anak yang besar itu usia 6 sampai 9 tahun dan 10 sampai 12 tahun sudah masuk pra-remaja, dengan durasi yoga sejam dan hampir mirip dengan yoga dewasa," tambahnya.
Meskipun durasi latihan lebih lama, fokus yoga untuk anak tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh mereka. Remaja, di sisi lain, memerlukan pendekatan yang lebih kreatif agar tetap tertarik dengan kelas yoga. Menurut Sinta, gerakan yoga untuk remaja dirancang lebih bervariasi karena mereka cenderung mudah merasa bosan dan mencari tantangan baru.
"Untuk kelas usia yang menginjak remaja pun dibuat kreatif gerakannya dan sangat bervariasi, karena biasanya mereka mudah bosan dan merasa ingin gerakan yang menantang," jelasnya.
Fokus pada Gerakan Dasar
Meskipun yoga memiliki banyak jenis gerakan, Sinta menekankan bahwa yoga untuk anak tidak berfokus pada posisi yang terlalu sulit atau berisiko. "Untuk yoga anak, kami biasanya tidak mengajarkan inversion atau posisi kepala di bawah. Fokus utamanya hanya penguatan kaki, koordinasi, otot perut, karena titik tersebut yang biasanya lemah dan untuk memperbaiki postur," pungkasnya.
Dengan demikian, yoga anak dapat dimulai sejak usia tiga tahun, dengan durasi dan gerakan yang mengikuti perkembangan usia. Orang tua juga perlu memastikan anak mengikuti kelas yang dirancang khusus untuk kelompok usianya.