JAKARTA - Banyak individu yang terus menjalani aktivitas sehari-hari meskipun tubuh mereka menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan. Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa, kurang tidur, atau tekanan darah rendah. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menyatakan bahwa dehidrasi memiliki beberapa tingkat dengan gejala yang berbeda. Memahami tanda-tanda dehidrasi sejak awal sangat penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi lebih serius dan mengganggu kesehatan serta produktivitas.
Dehidrasi Ringan Sering Terabaikan
Menurut dr. Cut, dehidrasi tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung terasa. Pada tahap awal, tubuh mampu beradaptasi, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa kebutuhan cairan mereka belum terpenuhi. “Dehidrasi dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat. Kalau dehidrasi ringan memang kita enggak berasa,” ungkapnya. Kondisi ini membuat dehidrasi ringan sering kali terabaikan, di mana seseorang masih dapat bekerja, belajar, atau beraktivitas tanpa menyadari bahwa tubuh mereka mulai kekurangan cairan. Jika kebiasaan kurang minum terus berlanjut, kondisi ini dapat berkembang menjadi dehidrasi yang lebih parah.
Tanda-Tanda Dehidrasi Sedang
Ketika dehidrasi mencapai tingkat sedang, tubuh mulai menunjukkan gejala yang lebih mudah dikenali, namun sering dianggap sebagai masalah kesehatan lainnya. “Tapi dehidrasi sedang itu sudah mulai terasa dengan adanya gangguan fokus, bibir kering, merasa lunglai, atau merasa seperti darah rendah, tapi ternyata tubuh kekurangan cairan,” jelas dr. Cut. Gangguan fokus menjadi salah satu tanda umum yang terjadi, di mana seseorang dapat merasa sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar. Bibir kering dan tubuh yang kurang bertenaga juga menjadi sinyal bahwa asupan cairan belum mencukupi. Gejala ini sering menimbulkan kesalahpahaman, di mana orang mengira mereka mengalami tekanan darah rendah atau kelelahan akibat aktivitas padat, padahal penyebabnya adalah kekurangan cairan.
Apabila jumlah cairan yang masuk ke tubuh semakin berkurang, dampaknya bisa menjadi lebih serius. Pada tahap ini, dehidrasi tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga kemampuan seseorang untuk beraktivitas. “Sementara untuk dehidrasi sedang sampai berat itu artinya hanya sedikit cairan yang masuk ke tubuh, sehingga menyebabkan gangguan konsentrasi, lemas, dan tidak bisa beraktivitas apapun,” tambahnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh mulai kesulitan menjalankan fungsi normalnya, di mana energi menurun, konsentrasi terganggu, dan aktivitas yang biasanya mudah dilakukan terasa jauh lebih berat.
Dampak Dehidrasi Berkepanjangan
Pada kondisi yang lebih serius, dehidrasi dapat disertai gejala tambahan yang menunjukkan tubuh berada dalam tekanan yang signifikan. “Kemudian, dehidrasi yang berat biasanya disertai dengan suhu tubuh yang sangat panas dan ada penyakit penyertanya,” kata dr. Cut. Ia juga mengingatkan bahwa dampak dehidrasi tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Kekurangan cairan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang. “Efeknya kalau dehidrasi dalam waktu yang panjang itu aktivitas harian terganggu, tidak bisa berkonsentrasi, hingga badan akan terasa kaku. Kekurangan elektrolit membuat tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya dengan optimal,” tuturnya.
Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan setiap hari menjadi langkah sederhana yang sangat penting. Dengan memenuhi kebutuhan cairan secara teratur, tubuh dapat menjalankan berbagai fungsi vitalnya dengan lebih baik dan terhindar dari risiko dehidrasi yang sering kali tidak disadari.