Kesehatan

Waspadai Nyeri Leher Akibat Duduk Terlalu Lama, Terutama di Kalangan Anak Muda

Duduk dalam waktu yang lama menjadi kebiasaan banyak orang, terutama yang bekerja di depan meja, dan dapat memicu nyeri leher, bahkan pada usia muda. Penting untuk memperhatikan posisi tubuh dan tetap...

D
Danendra Surya
08 October 2026 52 pembaca
ilustrasi nyeri leher.(iStockPhoto/Cecilie_Arcurs)
ilustrasi nyeri leher.(iStockPhoto/Cecilie_Arcurs)

Duduk dalam waktu yang lama telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak individu, khususnya mereka yang bekerja di lingkungan kantor. Posisi duduk yang tidak tepat dapat memengaruhi kesehatan leher, terutama jika dilakukan terus menerus. Kini, keluhan terkait leher juga semakin banyak ditemui pada orang-orang yang masih berusia muda, sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena gejala fisik dapat bervariasi tergantung pada usia dan kebiasaan sehari-hari.

Keluhan Leher pada Kalangan Muda

Simon Tri Prasetyo, pemilik sekaligus Chief Physiotherapist di Physiorehab, menjelaskan bahwa keluhan yang dialami pasien dapat berbeda berdasarkan usia. Dalam sebuah sesi Media Experience di Klinik Physiorehab cabang Meruya, Jakarta Barat, pada Selasa (6/10/2026), Simon menyatakan, “Pinggang dan leher. Jadi yang pertama dia akan lower back pain.” Ia menambahkan bahwa orang yang masih muda kini mulai banyak mengalami keluhan pada bagian leher. “Kalau yang masih muda-muda udah kena, leher. Tapi kalau udah 40-50, pinggang,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan leher pada kelompok usia muda sangatlah penting, terutama ketika aktivitas sehari-hari banyak dilakukan dalam posisi duduk.

Pengaruh Posisi Duduk terhadap Kesehatan Leher

Selain durasi duduk, posisi tubuh saat duduk juga berkontribusi terhadap kondisi leher. Simon menjelaskan tentang slouching dan forward head posture, dua posisi tubuh yang sering menjadi penyebab keluhan tersebut. Slouching adalah posisi tubuh yang terlalu membungkuk, sedangkan forward head posture terjadi ketika kepala terlalu jauh ke depan dari posisi tubuh. Kedua posisi ini dapat menjadi masalah jika dipertahankan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja atau melakukan kegiatan lain.

Simon menekankan pentingnya tetap aktif meskipun banyak duduk. “Let's say kalau duduk di kantor, satu ruangan ada 30 orang. Tapi kenapa yang sakit pinggang hanya 5 atau 6? Ternyata yang 25-nya lagi ada olahraga di luar yang dijalankan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa olahraga sangat penting untuk dilakukan, meskipun bekerja di kantor. Bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki bisa menjadi alternatif. “Kalau olahraga nggak sempat, bagaimana? Step harian. Jadi ukur pakai jam digitalnya, sehari teman-teman berapa step. Idealnya dewasa 7.000 sampai 8.000 step,” jelas Simon.

Pentingnya Fisioterapi untuk Nyeri Leher

Nyeri leher, atau neck pain, adalah salah satu kondisi yang ditangani dalam layanan fisioterapi dan rehabilitasi di Physiorehab Meruya. Layanan ini mencakup berbagai kondisi, seperti nyeri punggung, nyeri pinggang, neck pain, HNP, cedera olahraga, serta rehabilitasi pascaoperasi. Simon menjelaskan bahwa penanganan fisioterapi harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing pasien. “Setiap pasien memiliki kondisi, aktivitas, dan target yang berbeda. Karena itu, fisioterapi perlu dimulai dengan memahami individu secara menyeluruh. Dari sana, fisioterapis dapat menentukan pendekatan terapi dan latihan yang relevan, kemudian memantau perkembangannya,” kata Simon.

Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membantu pasien mengembangkan kembali fungsi gerak, mendukung proses pemulihan, meningkatkan kapasitas fisik, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal. Physiorehab juga terbuka untuk berdiskusi dengan dokter spesialis, terutama dokter ortopedi. “Yang paling sering kami ajak diskusi tentunya adalah dokter ortopedi, dokter tulang,” ungkap Simon. Kerja sama ini juga mencakup jejaring dokter di Kuala Lumpur, Penang, dan Singapura, serta mendapatkan rujukan dari sejumlah rumah sakit di Singapura dan Penang serta beberapa dokter spesialis di Indonesia.

Artikel Terkait