Kulit dengan warm undertone merupakan salah satu jenis warna kulit yang umum di Indonesia. Rona dasar kulit ini biasanya memiliki nuansa kuning, keemasan, peach, atau olive yang hangat. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki warm undertone, cara paling mudah adalah dengan melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan; jika tampak kehijauan, kemungkinan besar orang tersebut memiliki warm undertone. Memilih warna pakaian yang sesuai sangat penting, karena dapat memberikan efek cerah dan segar pada wajah tanpa harus menggunakan makeup berlebihan.
Michelle Barrett, seorang stylist sekaligus pendiri Capsule Closet Stylist, menyatakan bahwa warna tertentu dapat menonjolkan kehangatan alami kulit. Lalu, warna apa saja yang cocok untuk pemilik warm undertone?
1. Turquoise
Warna turquoise adalah pilihan yang tepat untuk tampil menonjol tanpa berlebihan. Kombinasi warna biru kehijauan ini memiliki kemampuan untuk menonjolkan rona hangat alami pada kulit. Saat dikenakan, turquoise menciptakan kontras yang membuat wajah terlihat lebih cerah dan hidup. “Turquoise melengkapi warna kulit hangat dan membuat pemakainya terlihat sehat serta bercahaya,” ujar Barrett. Warna ini sangat efektif dalam memberikan efek kulit yang sehat dan bercahaya.
Dalam keseharian, turquoise dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis pakaian seperti blouse, dress, sweater, atau outerwear. Untuk tampilan kasual yang chic, turquoise dapat dipadukan dengan cokelat tua atau burnt orange. Sebaliknya, untuk kesan yang lebih bersih dan modern, warna ini cocok dipadukan dengan ivory atau beige. Turquoise sangat ideal dikenakan di siang hari karena mampu memberikan kesan segar secara alami.
2. Ivory
Banyak orang beranggapan bahwa semua warna putih cocok untuk semua jenis undertone. Namun, bagi pemilik warm undertone, sebaiknya hindari warna putih yang terlalu cerah atau kebiruan seperti pure white. Sebagai alternatif, ivory bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Warna ini memiliki sentuhan kuning lembut yang lebih harmonis dengan warna kulit hangat, sehingga wajah terlihat lebih lembut dan tidak pucat. “Ivory sangat fleksibel dan mudah dipadukan dengan banyak warna,” saran Barrett.
Ivory cocok dijadikan investasi fashion karena mudah dipadukan. Misalnya, blouse ivory dapat dipadukan dengan celana tobacco untuk kesan yang sophisticated, atau dress ivory dengan aksesori emas untuk tampilan yang elegan.
3. Hijau Hangat
Hijau merupakan salah satu warna yang sangat cocok untuk warm undertone, asalkan memilih nuansa yang tepat. Elizabeth Kosich, seorang stylist bersertifikat, menjelaskan bahwa pemilik warm undertone perlu menyesuaikan intensitas hijau dengan karakter warna kulit mereka. “Jika warna kulitmu hangat dan cenderung lembut, pilih pea green atau olive muda,” imbaunya. Untuk warm undertone yang lebih cerah, spring green bisa menjadi pilihan yang lebih pas.
Hijau bekerja dengan baik karena selaras dengan unsur keemasan alami pada kulit. Warna ini memberikan efek kulit yang lebih fresh dan sehat. Untuk tampilan sehari-hari, olive green sangat cocok untuk jaket, celana cargo, atau knit top, sedangkan spring green lebih cocok untuk dress atau blouse yang ingin memberikan kesan playful.
4. Tobacco
Jika mencari warna yang aman namun tetap menarik, tobacco adalah jawabannya. Tobacco adalah warna cokelat kemerahan dengan nuansa hangat yang sangat sesuai untuk warm undertone. Kosich menggambarkan warna ini sebagai warna yang kaya dimensi. Keunggulan tobacco terletak pada fleksibilitasnya. “Hangat dan nyaman dipandang, tobacco memperkaya serta meningkatkan tampilan basic sehari-hari,” ungkapnya.
Warna ini cocok digunakan untuk coat, blazer, tas, rok, hingga sepatu. Tobacco memberikan kesan dewasa, classy, dan mahal tanpa terlihat berlebihan. Selain itu, warna ini juga mudah dipadukan dengan warna lain seperti ivory, mustard, olive, hingga turquoise.
Memilih warna bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menemukan palet yang paling mampu menonjolkan kecantikan alami diri sendiri.