Lifestyle

Waktu Ideal untuk Mengonsumsi Protein Menurut Ahli Gizi

Asupan protein sangat penting bagi mereka yang ingin membangun otot, namun waktu konsumsinya juga berpengaruh terhadap manfaat yang diperoleh. Ahli gizi merekomendasikan agar protein tidak hanya dikon...

J
Jonathan Michael Saputra
17 July 2026 71 pembaca
Waktu Ideal untuk Mengonsumsi Protein Menurut Ahli Gizi
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Orang yang berfokus pada pembentukan otot pasti menyadari pentingnya asupan protein. Nutrisi ini tidak hanya diperlukan untuk otot, tetapi juga untuk berbagai fungsi tubuh lainnya. Namun, selain jumlahnya, waktu konsumsi protein juga berpengaruh pada manfaat yang didapat. Banyak orang terbiasa mengonsumsi protein dalam jumlah besar saat makan malam, sementara yang lain lebih memilih untuk mengonsumsinya dalam bentuk minuman protein sekaligus. Ahli gizi menyarankan agar asupan protein sebaiknya dibagi secara merata sepanjang hari.

Sarapan: Waktu Penting untuk Protein

Sebenarnya, tidak ada waktu spesifik yang bisa disebut sebagai waktu terbaik untuk mengonsumsi protein. Namun, sarapan adalah salah satu waktu yang sebaiknya mendapat perhatian lebih. Wendy Lopez, salah satu pendiri Diabetes Digital, menjelaskan bahwa sarapan sering kali menjadi waktu dengan asupan protein terendah. Menambahkan protein pada menu sarapan dapat membantu tubuh memulai hari dengan lebih baik. “Sarapan sering kali menjadi waktu yang paling berdampak untuk meningkatkan asupan protein. Sarapan juga membantu mengatur nafsu makan, menjaga kestabilan gula darah, dan mendukung tingkat energi sepanjang hari,” ungkap Lopez.

Protein dikenal memiliki efek mengenyangkan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Oleh karena itu, mengonsumsi sumber protein saat sarapan dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama di pagi hari.

Hindari Penumpukan Protein saat Makan Malam

Meskipun mengonsumsi protein saat makan malam bukanlah hal yang perlu dihindari, masalah dapat muncul jika seseorang menumpuk hampir seluruh asupan proteinnya dalam satu waktu. Jessica Cording, seorang ahli kesehatan dan penulis buku The Little Book of Game Changers, menjelaskan bahwa tubuh memiliki batas dalam memanfaatkan protein secara bersamaan. Kebutuhan protein seseorang dipengaruhi oleh ukuran tubuh, tinggi badan, dan usia.

Edwina Clark, seorang ahli diet dan wellness expert, merekomendasikan asupan protein sekitar 1–2 gram per kilogram berat badan per hari, atau sekitar 15–30 gram dalam satu kali makan. Mengonsumsi protein melebihi jumlah tersebut dalam satu waktu tidak otomatis meningkatkan manfaatnya. Sebaliknya, terlalu banyak protein saat malam dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan dan berpotensi mengganggu tidur.

Camilan Berprotein untuk Energi yang Stabil

Selain sarapan, camilan juga merupakan waktu yang tepat untuk menambahkan protein. Cording menyatakan bahwa camilan kaya protein dapat membantu tubuh tetap berenergi di antara waktu makan. “Camilan kaya protein merupakan cara strategis untuk membantu mempertahankan energi di antara waktu makan, mencegah rasa lapar berlebihan, dan mengurangi kemungkinan makan terlalu banyak setelahnya,” jelasnya.

Dengan demikian, sebaiknya protein tidak dikonsumsi sekaligus dalam jumlah besar. Membaginya ke dalam sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan dapat membantu asupan menjadi lebih seimbang. Jadi, meskipun tidak ada waktu yang benar-benar paling ideal untuk mengonsumsi protein, menambah asupan saat sarapan dan camilan, serta membaginya secara konsisten sepanjang hari, dianggap lebih baik daripada menumpuknya hanya saat makan malam.

Artikel Terkait