Kegiatan yang padat sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengembangkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang berbahaya. Kebiasaan yang tampaknya sepele ini dapat menggerogoti kebahagiaan secara perlahan. Untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna, langkah awal yang perlu diambil adalah melakukan evaluasi diri. Berikut adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang ternyata berbahaya dan dapat merusak kebahagiaan, seperti yang dilansir dari Real Simple.
1. Menggulir Layar Gawai Sebelum Tidur
Menurut dr. Zishan Khan, MD, seorang psikiater di Mindpath Health, "Terus-menerus menggulir layar sering kali merangsang pikiran secara berlebihan, sehingga kita jadi lebih sulit untuk rileks." Sebagai alternatif, disarankan untuk menerapkan rutinitas tanpa gawai selama 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Alihkan perhatian ke aktivitas yang menenangkan seperti membaca, menulis jurnal, atau bermeditasi. Jika memungkinkan, ubah kamar tidur menjadi area bebas gawai dan gunakan jam tradisional.
2. Malas Bergerak
Gaya hidup yang kurang aktif dapat berkontribusi pada peningkatan stres, suasana hati yang buruk, serta berbagai masalah kesehatan fisik. Tuntutan pekerjaan dan urusan rumah sering kali mengganggu jadwal olahraga yang teratur. Namun, tidak perlu melakukan latihan fisik yang intensif setiap saat. Cobalah untuk menyisihkan waktu untuk berjalan kaki, melakukan senam ringan, atau yoga di sela-sela waktu istirahat.
3. Mengabaikan Jam Istirahat Kerja
Kiana Shelton, LCSW, seorang terapis dan pekerja sosial klinis di Mindpath Health, menyatakan, "Waktu istirahat bukanlah sesuatu yang harus kamu peroleh sebagai imbalan kerja keras, dan tidak ada hadiah yang menantimu jika kamu melewatkan waktu jeda tersebut." Baik bekerja dari kantor maupun rumah, penting untuk tidak memaksakan diri untuk bekerja tanpa henti. Manfaatkan waktu istirahat, meskipun hanya lima menit, untuk menyegarkan pikiran dan tubuh, misalnya dengan minum air atau menghirup udara segar.
4. Berbelanja Tanpa Perencanaan
Dr. Khan menegaskan bahwa belanja impulsif dapat menyebabkan stres keuangan dan menumpuknya barang-barang yang tidak terpakai. "Keduanya jelas membuat beban mental semakin terasa berat," ujarnya. Untuk menghindari godaan belanja, coba terapkan aturan jeda satu hari sebelum membeli barang yang tidak terlalu penting untuk mengevaluasi apakah benar-benar membutuhkannya. Menghapus aplikasi belanja dari ponsel juga dapat membantu mengendalikan hasrat tersebut.
5. Gagal Menetapkan Batasan Diri
Dr. Khan menjelaskan, "Terlalu banyak mengambil komitmen atau terlalu sering mengiyakan permintaan orang lain dapat berujung pada kelelahan ekstrem, rasa kesal, dan hubungan yang tegang dengan sekitarmu." Mengambil tanggung jawab yang melebihi kemampuan berisiko tinggi. Mulailah dengan mengevaluasi komitmen yang memberikan manfaat dan yang hanya menambah beban pikiran. Latihlah diri untuk berkomunikasi secara asertif dan prioritaskan tugas yang sejalan dengan prinsip hidupmu.
6. Kecanduan Menatap Gawai
Paparan layar gawai yang berkepanjangan tidak hanya membuat mata lelah dan mental terkuras, tetapi juga mengurangi koneksi dengan momen saat ini. Untuk mengurangi dampak ini, terapkan aturan 20: setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar ke objek yang berjarak enam meter selama 20 detik. Buatlah daftar kegiatan menyenangkan untuk menggantikan kebiasaan menatap gawai dengan hobi yang lebih positif.
7. Melupakan Perawatan Diri
Ketika perawatan diri diabaikan, kamu memberi kesempatan kepada orang lain untuk merampas kebahagiaanmu. Shelton menyatakan, "Menuangkan perhatian pada diri sendiri secara rutin akan memastikan bahwa kamu selalu siap hadir dan membantu orang-orang di sekitarmu." Perawatan diri tidak harus mahal atau memakan waktu lama; menyisihkan lima menit setiap hari untuk mindfulness, memasak, atau menuliskan momen positif sudah cukup bermanfaat. Berikan waktu untuk beradaptasi, karena mengubah kebiasaan lama bisa memakan waktu hingga dua bulan.