Kesehatan

Tren Whisper Fringe: Tips Menata Poni Tipis dari Ahli Gaya Rambut

Mengubah penampilan rambut tidak selalu harus dengan memotong panjang rambut atau mengganti warna. Poni tipis atau whisper fringe menjadi pilihan menarik untuk memberikan sentuhan baru.

M
Maria Gabriella
19 October 2026 59 pembaca
Ilustrasi whisper fringe hair atau poni tipis(Magnific)
Ilustrasi whisper fringe hair atau poni tipis(Magnific)

Kegiatan mengubah gaya rambut tidak selalu melibatkan pemotongan panjang atau perubahan warna. Memotong poni bisa menjadi alternatif untuk memberikan pembaruan pada penampilan. Salah satu model poni yang kini banyak diminati adalah whisper fringe, yang merupakan poni tipis dengan helaian ringan yang masih memperlihatkan sebagian dahi. Model ini menciptakan kesan lembut tanpa garis potongan yang tegas seperti poni biasa. Helaian rambutnya juga dapat menyatu dengan lapisan rambut lainnya saat panjangnya bertambah. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan model hingga cara menata poni sehari-hari.

Cara Menata dan Merawat Poni Tipis

Seorang penata rambut sekaligus pendiri Laced Hair, Lacy Gadegaard-West, menjelaskan bahwa gaya whisper fringe sangat cocok bagi mereka yang ingin mencoba poni dengan tampilan yang lebih ringan. “Whisper fringe adalah poni untuk orang-orang yang takut mencoba poni. Ini versi poni yang paling lembut dan tipis, berupa helaian halus seperti bulu yang jatuh tepat di alis atau sedikit di bawahnya, sehingga dahi masih terlihat,” ungkapnya. “Whisper fringe sama sekali tidak memiliki garis potongan yang jelas. Hasilnya seharusnya terlihat seperti poni yang tumbuh secara alami dan kebetulan tampak indah,” tambahnya.

West juga mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menata dan merawat poni tipis. Pertama, sesuaikan potongan dengan tekstur rambut. Sebelum memotong poni, penting untuk mempertimbangkan tekstur rambut agar hasilnya tidak terlalu tebal atau justru terlihat jarang. Pada rambut yang tipis dan lurus, sebaiknya penata rambut mengambil sedikit helaian karena jenis rambut ini mudah terlihat terlalu tipis jika dipotong berlebihan. Sementara itu, rambut tebal membutuhkan pengurangan volume di bagian dalam agar poni tetap ringan. Untuk rambut bergelombang, bisa dibiarkan mengikuti tekstur alaminya.

Menjaga Bentuk Poni

Bagi rambut keriting, West menyarankan agar pemotongan dilakukan saat rambut dalam keadaan kering, mengikuti bentuk ikal satu per satu. Poni juga sebaiknya dibiarkan sedikit lebih panjang, karena rambut keriting akan memendek saat mengerut. Bentuk wajah juga harus dipertimbangkan. Pemilik wajah bulat tetap bisa mencoba poni ini dengan sedikit penyesuaian. “Pertahankan poni sedikit lebih panjang dan bagian tengahnya agak terbuka agar tidak membentuk garis horizontal pada wajah,” sarannya. Saat berkonsultasi di salon, penting untuk menjelaskan bahwa poni yang diinginkan harus tipis dan tetap memperlihatkan dahi. West menyarankan penggunaan istilah “ringan” dan “transparan”, serta menegaskan jika tidak menginginkan poni yang tebal atau rata. Ia juga merekomendasikan agar rambut dipotong sedikit demi sedikit, dimulai dari panjang yang lebih aman. Dengan cara ini, panjang poni masih bisa disesuaikan tanpa terlanjur terlalu pendek.

Selanjutnya, untuk merawat poni, setelah keramas, jangan menunggu hingga poni kering dengan sendirinya jika ingin membentuknya menggunakan pengering rambut. West menyarankan untuk mengeringkan poni ketika masih lembap, menggunakan sikat bulat kecil atau jari. Saat mengeringkan, arahkan poni bergantian ke kanan dan kiri untuk membantu mengatasi rambut yang tumbuh berputar di sekitar garis dahi. Setelah itu, biarkan helaian rambut jatuh secara alami. Penggunaan produk penata rambut juga perlu dibatasi agar poni tidak cepat lepek. West menyarankan untuk menghindari krim yang terlalu berat di area poni. Jika ingin menggunakan minyak rambut, ia mengoleskan setetes minyak pelembap ke telapak tangan, lalu mengusapkannya tipis-tipis hanya pada ujung rambut. Cara ini membantu menjaga ujung poni tanpa membuat seluruh bagiannya terasa berat.

Poni dapat terlihat berminyak lebih cepat karena terus bersentuhan dengan kulit dahi. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti seluruh rambut harus segera dicuci. Untuk mengembalikan bentuk poni, West menyarankan agar bagian tersebut dibasahi kembali, kemudian dikeringkan menggunakan pengering rambut. “Basahi hanya bagian poni di wastafel, keringkan dengan pengering rambut selama 60 detik, dan selesai,” ujarnya. Saat jadwal keramas tiba, ia juga menyarankan penggunaan sampo eksfoliasi kulit kepala untuk membantu membersihkan minyak dan penumpukan kotoran di area akar rambut. Dengan membasahi ulang poni saat diperlukan dan menggunakan produk secukupnya, penataan bisa dilakukan tanpa harus mengulang seluruh rutinitas keramas setiap kali poni mulai lepek.

Artikel Terkait